• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Sudah saatnya pendidikan kebencanaan masuk kurikulum

January 11, 2019

 

Sby, MercuryFM - Jatim yang masuk daerah rawan bencana harus disikapi oleh pemerintah propinsi untuk mengantisipasi darurat bencana oleh masyarakat. Kasus bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia yang banyak menimbulkan korban jiwa harus menjadi cerminan pemerintah propinsi Jatim untuk mengantisipasinya.

 

"Jawa Timur harus lebih siap menghadapi kemungkinan datangnya bencana alam yang bisa datang setiap saat. Apalagi kondisi alam di Jatim yang berpotensi bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus hingga tsunami," ujar anggota komisi E DPRD Jatim M. Eksan.

 

Menurut Eksan kesiapan ini harua didukung perlunya pendidikan kebencanaan yang diajarkan kepada warga Jawa Timur. Bahkan dirinya mendukung pendidikan kebencanaan masuk dalam kurikulum pendidikan dan pengajaran di sekolah. Sehingga kedepan setiap orang mampu menghadapi resiko bencana yang bisa datang setiap saat.

 

"Saya mendukung ide Presiden Jojowi yang memasukan edukasi dan mitigasi bencana dalam kurikulum. Saya berharap pendidikan kebencanaan diajarkan di sekolah, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kalau perlu siswa taman kanan-kanan (TK) juga sudah diajarkan," tutur Eksan, Jumat (11/01/19).

 

Anggota Fraksi NasDem-Hanura ini menyontohkan, Jepang adalah negara yang paling sering dilanda bencana alam. Namun hampir setiap terjadi bencana minim korban dan kerusakan fisik. Hal itu karena sejak lama Jepang mengajarkan warganya tentang pendidikan kebencanaan. Sehingga mereka paham apa yang harus dilakukan saat dan panca bencana terjadi.

 

Langkah preventif itu dilakukan karena pemerintah Jepang menyadari kondisi alam mereka yang rawan gempa dan gunung meletus. Karena itu, bangunan di sana juga dirancang tahan terhadap gempa bumi maupun gempa vulkanik. 

 

"Masyarakat Jepang bisa menjadi contoh bagaimana kesiapan mereka dalam menghadapi bencana alam. Mereka tidak panik lagi ketika bencana datang, karena sudah memiliki pengetahuan tentang kebencanaan. Saya kira itu patut kita contoh," kata politisi kelahiran Jember yang juga wakil sekerataris PCNU Jember itu.

 

Eksan melanjutkan, nantinya pendidikan kebencanaan bisa melibatkan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR maupun TAGANA yang sudah terlatih dan terampil menghadapi situasi bencana. Tapi bisa juga melibatkan guru-guru di sekolah yang sudah mendapatkan pelatihan kebencanaan dari instruktur maupun lembaga yang memiliki kemampuan dalam menanggulangi bencana.

 

Bahkan, aparat TNI-Polri juga bisa dilibatkan dalam mengajarkan pendidikan kebencanaan. Karena mereka punya keahlian dan alat yang lengkap. Tentunya ada pendampingan juga dari pihak sekolah maupun instansi terkait.

 

"Dengan kemampuan dan ketrampilan siswa menghadapi bencana. Mereka bisa menjadi satgas bencana di lingkungannya. Kemampuan itu bisa ditularkan pula ke warga di sekitar ia tinggal. Sehingga ke depan Jatim menjadi provinsi dengan kemampuan memanejemen bencana," pungkas pria yang akan maju lagi di pilleg mendatang dari daerah pemilihan Jember-Lumajang. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive