• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Calon melenial masih butuh ketokohan seseorang untuk maju di pilwali Surabaya 2020

January 12, 2019

 

 

Sby, MercuryFM - Calon calon milenial yang akan maju di pilwali surabaya harus memiliki patron sosok tokoh bila ingin mendapatkan suara masyarakat surabaya. Tanpa adanya patron sosok yang mempunyai nama di kota surabaya disamping calon milenial,  maka sangat sulit bersaing di pilwali kota Surabaya.

 

"Hasil survey kita jelas saat ini sosok Wisnu Sakti Buana Wakil Walikota Surabaya yang juga ketua DPC PDIP Surabaya sosok yang cukup kuat. Bila calon lain khususnya kalangan milenial tidak memiliki sosok patron berpengaruh untuk sandaran, maka sangat sulit untuk bersaing," ujar peneliti senior Surabaya Survey Centre (SSC) Surokim Abdussalam,  Sabtu (12/01/19).

 

Menurut Surokim, sosok ketokohan seperti Pakde Karwo, Khofigah Indar Parawansa serta Tri Rismaharini masih sangat pengaruh untuk mendongkrak suara calon kalangan milineal.

 

Tanpa kehadiran mereka sebagai patron dibalik calon melenial yang akan maju, sangat sulit bagi kalangan melenial untuk dapat terdongkrak elektabilitas dan popularitasnya dalam pilwali kota Surabaya nanti.

 

"Seperti hasil survey kemarin. Mereka yang di dukung bu risma langsung mendapatkan 9 % suara. Demikian pula bila sosok seperti Bayu Airlangga kalau ingin suaranya naik maka juga harus di kenalkan sosok pakde Karwo sebagai mertuanya. Demikian calon sosok milenial lainnya," jelas pria yang juga Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura.

 

Seperti yang telah di beritakan sebelumnya, beberapa nama muda milenial masuk dalam bursa pilwali kota Surabaya 2020 mendatang hasil survey yang dilakukan oleh SSC.

 

Nama seperti Bayu Airlangga ketia muda mudi Demokrat yang juga menantu Pakde karwo. Gus Abid ketua Ansor Jatim dan M. Nur Arifin wakil Bupati Trenggalek yang juga Sekertaris Ansor muncul sebagai kandidat yang di pilih mayarakat Surabaya sebagai calon di pilwali Surabaya 2020. Meski elektabiltas mereka masih kisaran 2 persen.

 

Sementara itu, nama wakil walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana masih berada di peringkat pertama yang diiingkan masyatakat Surabaya maju di Pilwali kota Surabaya 2020.

 

Elektabilitas Wisnu Sakti Buana mencapai 15,4 persen sebagai cawali kota Surabaya. Disusul nama mantan Cawagub Jatim Puti Guntur Soekarno dengan 15,1 persen dan mantan ketua Golkar Surabaya yang saat ini menjadi anggota DPRRI Fraksi Golkar Adis Kafir dengan perolehan elektabilitas suara mencapai 6,9 persen. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive