• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Rizal Ramli menyatakan pemenang pilpres ditentukan swing voter

January 17, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pengamat ekonomi senior Indonesia Rizal Ramli melihat Pilpres nanti pemenangnya akan ditentukan oleh swing voter. Hal ini dikarenakan suara swing voter jumlahnya mencapai 30 persen. 

 

Menurut pengamatan yang dilakukan langsung ketika turun ke beberapa wilayah di Indonesia dan bertemu masyarakat, dirinya memprediksi suara petahana Jokowi hanya 40 persen dan cendrung terus turun. Sedangkan suara Prabowo kisaran 30 peren tapi trendnya naik terus.

 

“Swing voter itu kebanyakan orang terdidik, mapan ekonomi tapi belum tentukan pilihan karena masih ragu-ragu. Alasannya, mereka masih suka dengan Jokowi tapi realitas ekonomi tambah susah,” jelasnya.

 

Kata Rizal, kalau hari ini lembaga survei menyatakan Jokowi unggul 20 persen dengan perolehan dukungan suara 56 persen, dirinya tidak percaya karena hanya rekayasa opini. Sebab diawal menjabat Jokowi mendapat 52 persen, sehingga kalau sekarang 56 persen patut di pertanyakan.

 

Dijelaskan Rizal, hal ini dikarenakan pengalaman yang telah terjadi. Yakni pengalaman Pilpres 2014 lalu, kebanyakan dari 12 lembaga survey yang disewa financial bokir Jokowi menyimpulkan bahwa PDIP kalau mencalonkan Megawati di Pilpres 2014, maka suara PDIP akan turun kisaran 2 peren dari 16 menjadi 14 persen. Sebaliknya, jika PDIP mencalonkan Jokowi maka suara PDIP akan naik dari 16 menjadi 33-35 persen. Tapi jika dilakukan survey secara random Jokowi effek sejatinya hanya 2 persen.

 

“Terbukti, ketika Jokowi menang dan terpilih di Pilpres 2014, suara PDIP hanya naik menjadi 18,4 persen. Artinya, lembaga survey selama ini hanya merekayasa opini. Jadi 33-18 = 15 persen salah perkiraan.

 

Dengan margin of error 2 pesen berarti tingkat kesalahannya menjadi 7,5 persen,” beber Rizal Ramli.

 

Begitu juga saat Pilkada DKI Jakarta, ia pernah dipanggil Jokowi untuk dimintai pendapat. 

 

“Saya katakan Ahok akan kalah karena itu Jokowi harus mulai hindari Ahok kalau ingin terseret ke bawah,” tegas Rizal Ramli.

 

Padahal saat itu Saiful Mujani dan Yunanto surveinya lanjut Rizal, Ahok menang 3 persen. Faktanya, Ahok kalah 16 persen ditambah 3 persen sehingga selisih salah perhitungannya menjadi 19 persen. Kalau dibagi margin of error 2 ersen berarti tingkat kesalahannya menjadi 8 kali lbih dari margin of error.

 

"Ini semakin jelas bahwa hasil survey dipertanyakan. Sebab fakta dilapangan dari yang didapatkan banyak masyarakat yang kecewa dengan kebijakan Jokowi di bidang ekonomi. Dan ini rill yang dikatakan masyarakat," jelasnya.

 

"Jadi kalau Prabowo menang nanti itu bukan kerja tim pemenangan tapi karena rakyat sebel ingin perubahan. Rakyat ibaratnya meminta menunya jangan hanya tempe dan tahu tapi ada ikan ayam dan lain sebagainya," pungkasnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags