• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dukung Perda KTR, AMKRI siap hadirkan korban dampak perokok pasif

January 26, 2019

Sby, MercuryFM - Raperda Kawasan Tanpa Rokok di Surabaya yang sekarang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) mendapatkan dukungan Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia (AMKRI). Usai hearing dengan Pansus Raperda KTR di ruang Komisi D DPRD Kota Surabaya, Humas AMKRI Anang Sutrisno menegaskan kalau AMRKI siap menghadirkan korban perokok pasif yang sekarang terkena kanker rahim dan kanker pita suara.

 

"Awalnya korban ini merasa suaranya serak dan sesak nafas karena bertahun-tahun bekerja dilingkungan perokok. Lalu divonis oleh dokter terkena kanker pita suara dan kanker rahim" ujarnya.

 

Anang menambahkan, AMKRI mendukung Raperda KTR untuk segera disahkan menjadi Perda. 

 

"Kita fokus KTR diberlakukan terhadap tempat kerja, karena itu tempat keseharian kita" tegasnya.

 

Anang kembali mengatakan, pihaknya tidak melarang orang merokok, karena katanya merupakan hak asasi, tapi ingin melindungi masyarakat agar tidak terkena dampak sebagai perokok pasif.

 

Dengan hadirnya korban dampak perokok pasif, AMKRI berharap akan menambah bahan kajian dari pansus untuk segera mengesahkan Raperda KTR.

 

Sementara itu ketua pansus Raperda KTR, Junaidi mengatakan kalau Raperda KTR ini ingin mengakomidir semua kepentingan, baik itu yang mendukung Raperda KTR maupun perusahaan rokok.

 

"Kita sudah mengundang pengusaha rokok, dan sekarang AMKRI memberikan support akan keberadaan Perda itu nantinya. Kita ingin berlaku seadil-adilnya" katanya.

 

Politi Partai Demokrat itu kembali mengatakan kalau masih mempertanykan definisi tempat kerja yang diatur dalam Raperda KTR.

 

"Kita pernah mengundang Dinas Kesehatan dalam rapat dengar pendapat, ada 8 kawasan tanpa rokok termasuk tempat kerja. Tapi tidak dijabarkan tempat kerja itu yang bagaimana. Warung kopi bagi sebagian orang juga menjadi tempat kerja, apa itu juga termasuk" ucapnya. Menurut Junaidi perlu ada persamaan persepsi dulu soal definisi tempat kerja sebelum Raperda itu disahkan.

 

Raperda KTR merupakan revisi dari Perda Kawasan Terbatas Merokok yang tidak berfungsi maksimal. Revisi ini juga mengacu pada peraturan Kementrian Kesehatan. Dari ratusan kabupaten dan Kota di Indonesia yang sudah melaksanakan Perda KTR, Surabaya menjadi bagian kecil dari Kota yang belum melaksanakannya.(alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive