• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TKD minta polisi bekerja menyidik beredarnya Tabloid "Indonesia Barokah" yang meresahkan

January 26, 2019

Sby, MercuryFM - Masyarakat diminta untuk menunggu hasil penyelidikan polisi terkait beredarnya tabloid "Indonesia Barokah" di Jawa Timur. Masyarakat diharap tidak terpengaruh dengan tabloid yang meresahkan tersebut.

 

meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi terkait beredarnya tabloid "Indonesia Barokah"  di Jawa Timur. 

 

"Biarkanlah polisi bekerja dulu, Bawaslu bekerja dulu. Kita berusaha mengerem agar itu tidak beredar," kata Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Timur, Mayjen Pol (Purn) Machfud Arifin,  setelah acara HUT MKGR dan pelepasan Caleg kader Ormas MKGR di hotel Shangrilla Surabaya pada Sabtu (26/1/2018).

 

 

Machfud juga meminta agar polisi dan Bawaslu Jatim bergerak cepat mencari penyebar tabloid itu. Agar tidak menimbulkan fitnah yaang merugikan. Dia mengaku mendengar adanya tabloid itu di Jatim seperti Blitar, tetapi sampai saat ini menurut dia, polisi sudah aktif bergerak melokalisir agar tabloid itu tidak menyebar.

 

"Yang jelas polisi harus bisa mencari duly siapa pembuatnya dan pelaku yang menyebarkan nggak bener ini," tandasnya. 

 

Kata Machfud, Pasangan Jokowi-Ma'ruf juga banyak dirugikan oleh temuan selebaran kampanye hitam yang banyak beredar di media sosial. Karena itu, kampanye negatif harus diakhiri dan masing-masing tim harus mengedepankan program kandidat yang diusungnya. 

 

"Ada juga selebaran selebaran say no banyak juga. Banyak beredar di media sosial sampai kemana-mana juga itu harus berhenti juga. Marilah kita berdemokrasi sehat, menyampaikan hal positif bukan saling menjelekkan," ujarnya.

 

Machfud menilai, di tahun politik semua kemungkinan bisa saja terjadi. Karena itu, polisi harus bergerak mengusut tuntas kasus tersebut. 

 

" Itu hanya fakta yang ada dikumpulkan kompilasi media. Biasa buat sendiri seolah olah itu, makanya cari sendiri pembuatnya.  Ada yang bilang digebukin tetapi yang gebukin siapa," sendirinya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload