• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DPRD Jatim nilai Dinkes lamban lakukan pencegahan DBD di Jatim

January 29, 2019

Sby, MercuryFM - Komisi E DPRD Jatim menilai dinas Keshatan Jatim lamban dalam menangani persoalan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim. Ini tampak pada meningkat jumplah penderita DBD pada awal tahun 2019 ini.

 

"Dinas Kesehatan Jatim kecolongan terhadap kasus DBD ini. Sosialisasi pencegahan DBD terbukti lamban dilakukan. Musibah ini kan terjadi dari tahun ke tahun, seharusnya sosialisasi yang diberikan pemerintah bisa dilakukan lebih cepat," ujar Agus Dono Wibawanto Anggota Komisi E DPRD Jatim, Selasa (29/01/19).

 

Menurut politisi Partai Demokrat ini,  Pemprop Jatim dalam hal ini Dinas Kesehatan harus segera berkoordinasi dengan kabupaten dan kota. Agar upaya pencegahan dan penanggulangan itu bisa segera dilakukan. 

 

Kata Agus, pihaknya juga melihat tingginya anhka penderita DBD, selain karena minimnya sosialisasi pencegahan, juga karena faktor gaya hidup masyarakat yang kurang sehat.

 

"Dinkes Jatim harus segera berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Jangan sampai wabah ini terus meningkat tanpa ada penanganan yang serius," tambahnya lagi.

 

Dikatakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur ini, Dinkes Jatim juga harus menginturksikan semua rumah sakit di Jatim untuk memberikan pelayanan maksimal. Pasalnya, dari data yang diterima DPRD Jatim, jumlah penderita DBD meningkat drastis.

 

"Anggaran sudah ada dan mekanisme sudah ada. Semua rumah sakit di Jatim juga harua siap menerima penderita DBD. Dan jangan bicara besaran biaya dulu tapi penanganan yang diutamakan," tambahnya.

 

Selain itu pihaknya juga meminta kabupaten/kota harus memperbanyak jumlah relawan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Mereka harus pro aktif memaparkan cara penanggulangan DBD. Mulai dari tingkat kecamatan, desa hingga lingkungan rumah tanggah dan sekolah.

 

"Ini pola penanggulangan yang harus disosialisasikan. Bagaiamana mengurangi genangan dan membasmi jentik-jentik nyamuk penyebab DBD," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, data dari Dinkes Jatim, jumlah penderita DBD sampai dengan Januari 2019 mencapai 1634 kasus. Jumlah itu meningkat 47 persen dibandingkan tahun 2018 yang hanya 1114 kasus. Sementara itu, data dari Kemenkes menyebutkan, jumlah penderita DBD di Jatim sudah tembus 2 ribu orang. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags