• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

46 penderita meninggal dunia akibat wabah DBD di Jatim saat ini

January 31, 2019

 

Sby, MercuryFM - Korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim diakui Gubernur Jatim Sukarwo cukup besar. Korban meninggal Dunia mencapai 46 orang. 

 

Meski korban meninggal mencapai 46 orang, Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim Soekarwo menyatakan belum menjadikan Jatim sebagai daerah KLB Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

"Jadi 46 yang meninggal tersebut, sampai dengan hari ini berasal dari Jombang, Ponorogo, Bojonegoro. Kita tidak menetapkan KLB karena tidak semua daerah Kota Kabyupaten terjangkit DBD. Kalau KLB bukan hanya korban tetapi meluas, lebih dari separuh wilayah Kota Kabupaten di Jatim" kata Pakde Karwo di Gedung Grahadi, Kamis (31/01/19). 

 

Menurut Pakde, penyebaran DBD di Jatim juga disebabkan karena memang perilaku hidup sehat. Karena itu, pencegahan dan penyuluhan diperlukan agar wabah DBD bisa ditekan. 

 

"Jadi memang ini perilaku. Misalkan ketika hujan bagaimana kita memberikan penyuluhan agar bisa mengurangi air tergenang ketika ada hujan," tandasnya. 

 

Pakde Karwo menjelaskan pula adanya  perubahan pola penyebaran DBD yang menyebabkan penyakit itu berkembang pesat. Misalnya saja, ketika jentik penyebab wabah DBD yang dulu di air kotor dan genangan, saat ini  juga bisa hidup di air jernih maupun air yang mengalir.

 

"Kalau dulu yang kena kan anak-anak. Sekarang orang dewasa juga. Misalkan di Mojokerto sudah 20 tahun tidak kena DBD tetapi skrg ada kasusnya," jelasnya.

 

Namun Pakde menegaskan pihaknya saat ini sudah minta ke Dinkes Jatim untuk melakukan langkah cepat dalam mengatasi DBD di beberapa wilayah di jatim.

 

"Anggaran sudah disediakan. Saya minta Dinkes terus melalukan koordinasi dengan kota kabupaten terhadap penanganan DBD, khususnya kota kabupaten yang saat ini banyak penderita DBD," pungkasnya.

 

 

Sementara itu ketua Komisi E DPRD Jatim Hartoyo mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan meminta pejelasan kepada Dinkes Jatim terkait banyaknya penderita DBD di Jatim saat ini.

 

Pihaknya lanjut Hartoyo, sangat menyayangkan besarnya jumlah penderita DBD saat ini di Jatim. Padahal DBD ini siklus tahunan yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.

 

"Kita akan minta penjelasan Dinkes. Sejauh mana tindakan preventif yang dilakukan selama ini. Juga kita akan tanyakan langkah langkah penanganan yang sudah dilakukan dalam mengatasi persoalan ini," pungkas politisi partai Demokrat ini.

 

Sekadar diketahui, sampai dengan akhir Januari 2019 data di Kementrian kesehatan, ada 2.660 kasus DBD yang ada di Jawa Timur. Beberapa wilayah yang tergolong penderita tinggi adalah Kabupaten Tulungagung, Ponorogo,  Jombang dan Bojonegoro. Bahkan, kabupaten Ponorogo saat ini sudah menetapkan KLB DBD. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive