• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Kasus anjloknya harga buah naga di Banyuwangi, bukti Perda Perlindungan Petani belum efektif

February 5, 2019

Banyuwangi , MercuryFM - Anjloknya harga prodak pertanian buah naga akhir akhir ini mendapat respon anggota DPRD Jatim - Irwan Setiawan. Apalagi Jatim memiliki petani yang memiliki lahan cukup luas untuk produksi buah tersebut, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

 

"Ini patut kita sayangkan. Padahal kita punya perda No. 5 tahun 2015  untuk melindungi dan memberdayakan petani. Anjloknya harga buah naga seperti di sentra buah naga Banyuwangi, bukti pemerintah tidak ada dalam perlindungan hasil pertanian yang dihasilkan petani," ujar Irwan Setiawan dalam keterangan setelah menggelar sarasehan menuju petani sejahtera di Banyuwangi, Selasa (5/02/19).

 

Menurut Irwan, keberadaan perda tersebut tujuannya jelas. Bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan produktifitas usaha tani dan memberdayakan petani, agar tercipta sinergi dan keberlanjutan produktifitas pertanian. 

 

"Anjloknya harga buah naga dan meruginya petani buah naga bukti pelaksanaan Perda tersebut sepertinya belum efektf," ungkapnya. 

 

Menurut pria yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, dalam Perda itu jelas, perlindungan petani dilakukan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana produksi, perlindungan terhadap komoditas unggulan strategis, penetapan harga pokok produksi pembelian Pemerintah, mekanisme penyangga produksi, asuransi pertanian, dan sistem peringatan dini. 

 

“Perlindungan yang dimaksud diberikan kepada petani yang melakukan usaha tani yang tidak memiliki lahan sendiri dan petani yang melakukan usaha tani di lahan milik sendiri yang luasnya kurang dari 2 (dua) hektar,” lanjutnya.

 

Pria yang berangkat dan menjadi anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan  Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian terhadap hal tersebut. 

 

"Bagaimanapun juga komoditas buah naga ini adalah salah satu prodak unggulan Banyuwangi. Sehingga sudah selayaknya mereka terlindungi dan tidak merugi ketika panen," harapnya.

 

Kepada Pemerintah Provinsi, Irwan yang akan maju lagi dalam Pileg mendatang di daerah pemilihan yamg sama, berharap pula agar  Pemerintah Provinsi juga mikirkan bagaimana bisa ikut membeli hasil produksi petani, seperti hasil buah naga prodak petani Banyuwangi ini.

 

Selain itu pula bagaimana Pemerintah Provinsi menjembatani dengan melakukan pendampingan pengelolahan hasil prodak buah naga serta menciptakan pasar untuk mereka.

 

"Kita kan punya BUMD yang salah satunya mengelola pasar induk Puspa Agro. Bagaimana kedepan prodak pertanian bisa ditampung dan dipasarkan. Dan ini bisa terlaksana dengan baik kalau pendampingan juga dilakukan ke petani," ulasnya.

 

"Kasus anjloknya buah naga di Banyuwangi diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk bagaimana mencari formula bersama agar hasil komoditas pertanian dijatim kedepan tidak ada yang merugi lagi hargnya ketika panen," lanjutnya.

 

Sementara itu dalam sarasehan yang dilakukan juga terungkap harga panen buah naga terbagi tiga katagori. Katagori A, B dan C. Katagori A paling bagus seharga 1500 per kg. Yang paling rendah katagori C antara 500 sampai 700 per kg.

 

Petani buah naga dalam sarasehan meminta agar ada perluasan pasar hasil produksi mereka yang dilakukan oleh pemerintah. Serta adanya pendampingan terhadap pegolahan hasil produksi, agar bisa diterima dipasar secara lebih meluas. 

 

 “Kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian kepada hasil pertanian kami ini. Terus terang, buah naga ini telah meningkatkan taraf hidup kami,” harap salah seorang kelompok tani. (ari)

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive