• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Khofifah inginkan ruang kerjanya menjadi pusat data

February 15, 2019

 

Sby,MercuryFM - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa inginkan agar ruangannya bisa tersambung dengan pusat data. Dirinya menginginkan layar monitor besar terpasang diruangannya untuk memantau beberapa hal. Mulai dari peta daerah rawan bencana, hingga layar yang terhubung dengan setiap OPD untuk melakukan video conference dan komunikasi dengan para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

 

"Kalau bisa layarnya tebal bisa menampilkan 48 layar sehingga bisa berkomunikasi secara personal dengan para kepala dinas atau kita melakukan meeting secara tele conference. Kantor OPD di pemprop Jatim ini berpencar tidak satu area. Tidak efektif bila ada hal urgent harus datang, belum macetnya," katanya disela melihat kondisi ruang kerjanya dihari pertama bertugas sebagai Gubernur Jatim, didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Sekertaris Daerah Propinsi (Sekdaprop) Jatim, Heru Tjahjono, Kepala Biro Umum Ashari Abubakar dan Kepala Biro Humas dan Protokol Aries Agung Paewai, Jum’at (15/02/19).

 

Khofifah juga menyampaikan keinginannya untuk membuat semua ruangan yang ada di Kantor Gubernur berbasis digital.

 

"Sekarang era digital, jadi kita akan buat bagaimana semua ruang kerja terhubung dengan digitalisasi yang memungkinkan kita mengakses informasi yang sudah terintegrasi," kata Khofifah kepada para wartawan.

 

Terkait layar monitor, menurut Khofifah, layar monitor ini juga penting dalam upaya antisipasi bencana alam. Melalui monitor ini ia berharap dapat memantau kondisi terkini berbagai daerah di Jatim yang rawan bencana.

 

"Saya punya mimpi besar, punya operation room seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bukan kita harus buat semewah dan sedetail BNPB, tapi kita akan berusaha dapat koneksitas dengan BNPB yang biasanya memberikan deteksi dini bencana alam," katanya.

 

 

Kata Gubernur wanita pertama di Jatim ini, selain membangun sistem yang terintegrasi, dirinya ingin BPBD (Badan Penaggulangan Bencana Daerah) Jatim membangun koneksivitas dengan seluruh OPD yang ada. Bila langkah ini dilakukan maka deteksi dini bisa dilakukan tak hanya oleh BPBD, tapi juga dinas lainnya. Seperti Dinas Pendidikan, atau Dinas Pekerjaan Umum yang harus datang awal saat masa tanggap darurat.

 

Bahkan mantan Menteri Sosial ini juga ingin sistem tersebut mampu dijalankan pula oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kabupaten di Jatim, sehingga saling terhubung. 

 

"Jadi sekali klik bisa keliatan mana daerah yang banjir sehingga early warning system bisa terakses dan menjadi antisipasi dan kewaspadaan bersama," katanya.

 

Ditambahkannya, sebagai langkah antisipasi bencana, Khofifah beserta Emil Dardak akan membangun kampung siaga bencana, sebagai langkah antisipasi bencana berbasis budaya. 

 

"Dulu ada bahasa yang sering saya pakai yakni living harmony with disaster. Kami tidak ingin ada bencana, namun secara faktual tanah ada kerentanan dan curah hujan tinggi, sangat mungkin terjadi banjir. Jadi tagline ini bagaimana secara kultural mereka melakukan antisipasi seperti saudara kita di wilayah Bojonegoro, sebagian Tuban, dan Lamongan ketika ada luapan sungai dari Bengawan Solo, sehingga bisa lebih survive," jelasnya. 

 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, hari ini Jum’at (15/02/19) merupakan hari pertama masuk kantor Gubernur yang ada di kawasan Jl Pahlawan. Dalam kedatangannya Khofifah dan Emil Elestianto Dardak selain melihat dan akan memasuki ruangan kerjanya juga melihat lihat beberapa ruangan yang ada di kantor Gubernur Jatim tersebut.

 

Sebelum meninjau ruang kerjanya, Khofifah pun mengajak para awak media serta pejabat yang mendampingi untuk bersama memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesuksesannya dalam memimpin Provinsi Jawa Timur lima tahun kedepan.

 

"Bismillah, mudah-mudahan seluruh ikhtiar kita bersama masyarakat Jatim membangun Jatim lebih makmur, bahagia, sejahtera dan percepatan kemajuan bisa dilakukan. Forkopimda diberikan kesehatan kekuatan, ASN di Pemprov diberikan suasana solid dengan kinerja dan produktivitas baik. Komunikasi dengan DPRD mampu memberikan nilai bagi ruang signifikansi penyejehteraan masyarakat Jatim serta rakyatnya sejahtera dan barokah. Al Fatihah," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive