• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur inginkan PKK Jatim lakukan verifikasi dan validasi data untuk jalankan 10 program PKK

February 19, 2019

 

Sby,MercuryFM - Verifikasi dan validasi data sangat diperlukan untuk memaksimalkan pencapaian pelaksanaan 10 program pokok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Kegiatan verifikasi dan validasi data  diperlukan mengingat setiap daerah mempunyai potensi dan permasalahan masing-masing.

 

“Kesemua Program Pokok PKK tersebut merupakan program prioritas, hanya penajamannya yang harus disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang ada di daerah dan dijadikan sebagai strategis khusus untuk menyelesaikannya,” ujar Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan sambutan di acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur Masa Bhakti 2019 2024, dari Dra. Hj  Nina Soekarwo kepada Arumi Emil Dardak, di Gedung Grahadi Surabaya, yang juga dihadiri Ketua Umum TP. PKK. dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Selasa (19/02/19).

 

Menurut Khofifah selain harus menguasai data, PKK juga harus dapat bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menyesuaikan dengan program-program pemerintah yang ada. Seperti halnya tentang stunting yang terdapat di 11 kabupaten di Jatim. 

 

“Ketua TP PKK bisa memfokuskan 10 Program Pokok PKK di lini kesehatan dan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan daerah, dinas kesehatan provinsi, TP PKK Provinsi. Karena permasalahan stunting merupakan permasalahan nasional,” pinta mantan Mensos RI ini.

 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyinggung soal tingginya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Jatim. Para pahlawan pengumpul devisa tersebut kebanyakan berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, serta Kabupaten Blitar.

 

Melihat kondisi tersebut, Khofifah berharap agar persoalan tersebut bisa ditangani lebih spesifik. Apalagi persoalan tersebut menyangkut beberapa permasalahan, seperti pengasuhan anak serta masalah kesehatan anak akibat ditinggalkan oleh seorang ibu.

 

“Apabila tidak ada pengasuhan dari keluarga, maka TP. PKK kabupaten harus mengusahakan pengasuhan anak pendamping agar anak-anak tersebut mendapat jaminan hidup yang sehat,” harapnya.

 

 

Lebih lanjut Gubernur Jatim wanita ini juga menjelaskan, bahwa saat ini banyak sekali Ketua TP. PKK kabupaten/kota yang tergolong kaum milenial. Sehingga diharapkan, mereka bisa lebih mudah merangkul kaum milenial untuk menjalani gaya hidup yang sehat. 

 

“Mereka bisa mengajak kaum milenial untuk hidup sehat dengan cara yang lebih bersahabat dan dengan cara yang halus sesuai dengan bahasa mereka,” ungkapnya.

 

Gubernur Khofifah selain menyampaikan selamat menjalankan tugas kepada Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur yang dijabat Ibu Arumi Emil Dardak. Dirinya juga mengingatkan agar secepatnya bisa mentransformasikan program-program yang telah dijalankan oleh Ketua TP. PKK. Provinsi Jatim masa bhakti 2014 -2019 yang dijabat Ibu Dra.Hj. Nina Soekarwo yang dalam menjalankan tugasnya telah diakui mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat nasional.

 

Arumi Emil Dardak istri wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ini dilantik sebagai Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Timur masa bhakti 2019- 2024 oleh Ketua Umum TP. PKK dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dengan Keputusan Ketua Umum Umum TP. PKK No. 04/KEP/PKK.Pst/II/2019 tanggal 18 Pebruari 2019.

 

Langkah awal yang dilakukan, istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak ini akan segera melaksanakan 10 Program Pokok PKK sesuai Nawa Bhakti Satya yang menjadi arah, visi dan misi pembangunan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianti Dardak. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive