• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Bawaslu gandeng mahasiswa untuk ikut awasi Pemilu

February 21, 2019

 

Sby,MercuryFM - Guna mencegah hal hal yang dapat mengurangi nilai nilai demokratis sebuah pemilu, seperti politik uang (money politic), berita bohong (hoax), kampanye hitam (negatif), memilih dengan pilihan identitas dan lain sebagainya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur mengajak mahasiswa menjadi pioner atau ikut berpartisipasi mengawasi dan mencegah hal-hal tersebut.

 

“Informasi-informasi penting dari mahasiswa itu sangat kita butuhkan dalam rangka menjaga pemilu yang berintegritas menghasilkan pemimpin yang berkualitas seperti yang kita harapkan di pemilu 2019 ini," ujar Mohammad Amin ketua Bawaslu Jatim saat sosialisasi di kampus Unesa Surabaya, Kamis (21/2/2019).

 

Menurut Amin, pelibatan mahasiswa ini dimaksudkan agar pelanggaran-pelanggaran pemilu tersebut bisa diminimalisir agar tidak seperti pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya. Termasuk di hari H pelaksanaan pemungutan suara terkait adanya indikasi merubah hasil penghitungan dan lain sebagainya.

 

“Partisipasi mahasiswa dalam bentuk partisipatif itu sangat penting, khususnya organisasi mahasiswa yang telah berbadan hukum dan terdaftar di Bakesbangpol, diharapkan turut serta secara kelembagaan menjadi pemantau pemilu. Makanya kami membuka selebar-lebarnya kepada ormas, lembaga dan NGO untuk berpartisipasi menjadi lembaga pemantau,” pintanya.

 

Diakui Amin, pilihan mahasiswa dalam setiap kontestasi pemilu itu cenderung pilihan kualitas. Sebab tingkat partisipasi pemilu masih kurang bahkan jauh dari harapan dikalangan mahasiswa.

 

“Makanya sosialisasi ini sengaja dilaksanakan di kampus agar kampus bersama mahasiswanya juga ikut care terhadap pemilu,” harapnya.

 

Munculnya alasan mahasiswa kebanyakan tinggal di rantau sehingga tingkat partisipasinya minim, dinilai Mohammad Amin kurang pas. Sebab aturan pemilu telah memberikan dispensasi dengan jalan pindah pilih (DPTb). 

 

“Sesuai aturan telah ditutup pada 17 Februari lalu. Tapi Bawaslu Jatim merekomendasikan agar diperpanjang pada 17 Maret karena masih banyak yang tak terakomodir untuk pindah pilih, termasuk dikalangan mahasiswa,” bebernya.

 

Selain di Unesa, sosialisasi di kampus dalam waktu dekat akan dilaksanakan di UIN Sunan Ampel Surabaya dan beberapa kampus yang ada. 

 

“Paling tidak sebelum hari H pelaksanaan, akan ada sosialisasi sekitar 2-3 kampus lagi,” pungkas pria yang asli Madura ini. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags