• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

KA harus jadi backbone moda transportasi darat

February 21, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kereta Api (KA) mampu menjadi tulang punggung (backbone) moda transportasi darat. Hal ini dikarenakan transportasi massal tersebut sangat diminati masyarakat umum. Pengembangan jumlah dan jalurnya juga harus menjadi pemikiran tersendiri.

 

"Memang ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Harus melalui perhitungan, perencanaan dan penelitian yang cukup rumit. Serta juga harus melibatkan stakeholder atau pihak-pihak yang berkepentingan. Seperti akademisi, pemerintah, civil society, bahkan para pakar dari luar negeri di bidang intra urban maupun intra regional railway,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menjadi pembicara di Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Perkeretaapian di Provinsi Jatim untuk Mendukung Aglomerasi Surabaya dan sekitarnya, di Hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (21/02/19).

 

Meski dinilai sangat rumit, Emil Dardak menyampaikan, bahwa Kementerian Perhubungan RI sudah melakukan beberapa langkah konkrit untuk meningkatkan daya tampung kereta api di Jawa Timur. Misalnya membangun dual track untuk jurusan Madiun – Jombang, serta penyediaan lahan untuk relokasi kereta api menuju Porong. 

 

Namun yang menjadi pertanyaan, Kota Surabaya sebagai kota megapolitan mau dibawa kemana dalam hal konsep transporasinya. Karena, menurut Emil Dardak, persoalan transporasi sangat berpengaruh terhadap persoalan perekonomian masyarakat.

 

“Kita lihat Surabaya situasinya crowded  luar biasa, apabila sudah maksimal ditakutkan nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonominya. Kalau sudah demikian siapa lagi yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ungkapnya. 

 

Oleh karena itu, dirinya akan melihat kembali model transporasi di wilayah Gerbangkertosusilo (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) melalui rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang sudah ditanda tangani oleh seluruh bupati/walikota se Gerbangkertasusila tahun 2107 lalu untuk segera disahkan.

 

“Apabila sudah disahkan, maka kita tinggal merencanakan jalur baru kereta api baik untuk kereta api barang maupun penumpang. Sedangkan untuk konektifitas dan mobilitas jalur tersebut harus melalui perencanaan dan perhitungan yang tepat,” ungkapnya.

 

Pengembangan moda KA, menurutnya, tidak boleh mengesampingkan moda massal yang sudah ada. Termasuk yang harus diperhitungkan adalah aspek pendekatan transportasi secara inter-moda. 

 

“Pada intinya harus ada keterpaduan perencanaan. dan dari FGD ini, saya berharap bisa tersusun kesepahaman para pemangku dan stakeholder. Baik dari akademisi, pemerintah, social society maupun pakar dari luar negeri yang ahli dalam bidang intra urban maupun  intra regional railway," pungkasnya.

 

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Ir. Budi Karya Sumadi mengatakan, pelaksanaan FGD tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat. sehingga dengan FGD ini akan menghasilkan konsep tentang  angkutan massal yang dapat dijadikan percontohan oleh daerah lain di Indonesia. 

 

“Intinya pemerintah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Tetapi jangan sampai melupakan aspirasi masyarakat. Biarkan masyarakat berbicara,” harapnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive