Viral foto bayi meninggal dikandungan, Dinkes Jatim siapkan RTK

February 22, 2019

 

Sby, MercuryFM - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jawa Timur - Kohar Hari Santoso menegaskan, meninggalnya bayi Bu Sunarti ini bukan persoalan akses jalan karena sudah ditangani cepat oleh ambulans milik Puskesmas Badegan.

"Tapi karena kurang tercukupinya asupan gizi menjadi faktor utama" ujarnya.

Penegasan itu disampaikan menyusul foto viral Sunarti yang sedang hamil ditandu di media sosial. Ambulans sebetulnya sudah berusaha cepat menjemput Sunarti di titik tunggu sekitar 400 meter dari rumahnya. Namun nyawa bayi dalam kandungannya sudah lebih dulu meninggal dunia. 

Peristiwa itu mendapatkan simpati Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso dengan memberikan uang santunan pada Sunarti, Ibu yang bayinya meninggal dunia saat masih dalam kandungan di Dusun Dlundungan, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Kamis (21/2/2019). 

"Santunan itu bisa digunakan untuk hal produktif. Misalnya membeli ayam atau kambing untuk diternak. Kalau ayamnya bertelur sebagian bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein karena jika selalu mengonsumsi karbohidrat juga tidak baik," kata Kohar. 

Ia menjelaskan pemahaman tentang gizi seimbang perlu terus disosialisasikan agar tidak terjebak oleh kebiasaan mengonsumsi satu jenis makanan. Komposisi protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral harus dipenuhi. 

Lebih lanjut, Kohar menambahkan solusi jangka pendek yang akan dilakukan adalah menyiapkan Rumah Tinggal Kelahiran (RTK) di lokasi strategis. Di RTK, ibu yang akan melahirkan akan dirawat secara optimal tanpa biaya sepeserpun atau gratis. 

"Secara khusus kami menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi kepada bidan, kader lingkungan, lurah, camat dan Puskesmas yang telah bekerja keras melayani kesehatan masyarakat. Meski medannya sangat berat dan sangat jauh, pelayanan kesehatan sangat baik dan cepat," terangnya. 

Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini menambahkan dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebenarnya sudah dilakukan secara berkala. Bahkan AKB di Ponorogo sebetulnya masih di bawah Jatim, tahun 2018 sebesar 13,25 per 1000 kelahiran hidup sementara Jatim sebesar 13,4 per 1000 kelahiran hidup. 

“Ini memang ada teknis medis dari si Ibu sehingga ketika akan melakukan persalinan ternyata bayinya sudah meninggal. Diperkirakan meninggal sebelum sampai Rumah Sakit (RS). Ketika si Ibu dibawa ke RS, sejam kemudian melahirkan dan ada lilitan tali pusar, ini juga menimbulkan akibat fatal dari bayinya," tandasnya. (Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive