• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Punya sektor wisata menjanjikan, Jatim tarik minat Perusahaan asuransi wisata Malaysia

February 25, 2019

 

Sby,MercuryFM - Tumbuhnya sektor wisata di Jatim menarik minat perusahaan negeri jiran Malaysia untuk ikut mengembangkannya disektor asuransi perjalanan wisata, melalui penandatanganan kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di Surabaya Senin 25/02/2019.

 

Nota Kerjasama itu ditanda tangani Tune Protect Group (TPG) perusahaan asal Malaysia yang bermitra dengan PT Asuransi Buana Independent dengan Associates of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Jawa Timur.

 

Ketua Asita Jatim Arifudinsyah mengatakan potensi wisata di Jatim sangat menjanjikan seiring dengan tingginya minat berwisata di Jatim. Destinasi wisata kawasan Bromo Tengger masih menjadi primadona yang wajib dikunjungi.

 

"Tidak itu saja pertumbuhan wisata religi Walisongo sangat diminati para wisatawan domestik yang jumlahnya mencapai 45 juta orang" ujarnya.

 

Selain itu wisata out bond yang sekarang menjamur disejumlah wilayah di Jatim juga sangat menjanjikan. "Apalagi sekarang harga tiket ke luar negeri lebih murah dibandingkan domestik" jelas Arif.

 

Sementara itu Chief Executive Officer TPG Khoo Ai Lin mengaku terkesan dengan perkembangan wisata di Jatim. Karenanya TGP tertarik untuk mengembangkan asuransi prjalanan wisata.

 

"Jatim merupakan langkah awal kami untuk mengembangkan asuransi perjalanan wisata. Nantinya akan kami kembang didaerah lain di Indonesia" jelasnya.

 

Awalnya TGP akan membidik para wisatawan Indonesia yang akan keluar negeri. Hal ini karena besarnya penduduk Indonesia terutama di Jawa Timur yang berpotensi melakukan perjalanan keluar negeri.

 

"Sepanjang tahun 2018 lalu, jumlah turis Indonesia keluar negeri mencapai 18 juta orang" lanjut Khoo Ai Lin

 

Asuransi perjalanan wisata yang ditawarkan TGP melalui teknologi digital yang sekarang sangat disukai masyarakat Malaysia karena berbagai kemudahannya, terutama soal klaim asuransi saat delay pesawat misalnya.

 

"Meski belum sepenuhnya masyarakat Malaysia memakai asuransi perjalanan, tpi 2 sampai 3 tahun trakhir ini tumbuh signifikan karena adanyaa digitalisasi" ungkapnya.

 

Dikesempatan yang sama Presiden Direktur Asuransi Buana Independent (ABI) I Made Marka mengatakan pada tahun pertama pihaknya menargetkn premi dari asuransi perjalanan sebesar Rp 5 milliar sampai Rp 6 milliar. 

 

"Potensi asuransi perjalanan di Indonesia cukup menjajikan seiring dengan gencarnya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata. Karena sebagai industri terbarukan yang tidak akan pernah habis" pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive