• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Asipah jadi tersangka, Polda Jatim diharapkan bisa ungkap mafia tanah

February 26, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kasus sengketa lahan di Mulyorejo, Kota Surabaya antara Pujiono Sutikno dengan Asipah alias Hj Sujiati terus berlanjut. Terbaru, Pujiono Sutikno meminta Polda Jatim mengusut tuntas kasus tersebut.

Laporan Pujiono Sutikno ke Polda Jatim tentang adanya pemalsuan surat dengan terlapor Asipah merupakan buntut dari kasus sengketa lahan antara keduanya. Lahan yang disengketakan tersebut berada di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, dengan luas 7.780 meter persegi.

Sengketa lahan yang masih berupa petok D tersebut terjadi pada tahun 2010. Ketika itu, Asipah menggugat Pujiono Sutikno di pengadilan atas penyerobotan lahan. Asipah menggugat berbekal kuitansi jual beli tanah yang dimilikinya.

Rupanya, kuitansi yang dijadikan dasar gugatan di pengadilan tersebut diduga palsu. Hal ini sesuai dengan pernyataan petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim nomor 4171 / DTF / 2010 tertanggal 11 Agustus 2010 lalu.

"Saya waktu itu beli tanah kosong. Dan buktinya ada semua. Jika saya bohong, saya siap ditangkap," ujar Pujiono Sutikno, Selasa (26/2/2019).

Menurut Pujiono, pihaknya memiliki bukti dalam pembelian lahan tersebut. Bahkan setelah lahan itu dibeli, dirinya langsung memberikan simbol Suzuki.

"Saya kasih simbol Suzuki karena dulu megang dealer Suzuki," jelasnya.

Anggota Tim Kuasa Hukum Pujiono, Yafeti Waruwu SH menuturkan, kasus sengketa lahan yang terjadi bermula dari urusan penyerobotan lahan yang kerap dimenangkan oleh Asipah di persidangan. Belakangan, Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim justru menetapkan Asipah sebagai tersangka atas kasus pemalsuan.

Menurut Yafeti Waruwu, penetapan Asipah sebagai tersangka setelah pihaknya melapor ke Polda Jatim atas dugaan pemalsuan kuitansi yang selalu dijadikan barang bukti oleh Asipah di setiap sidang gugatan kasus penyerobotan lahan tersebut.

“Saudara Pujiono Sutikno sebagai pelapor, di Polda Jawa Timur pada tanggal 11 September 2017 dan melaporkan Asipah alias Hj Sujiati alias Asipah tentang penggunaan surat palsu dalam hal ini berupa kuitansi yang telah digunakan saudari Asipah dalam gugatan di pengadilan,” ujar Yafeti.

Kwitansi yang dipalsukan tersebut, disampaikan Yafeti, bukan cuma dijadikan barang bukti oleh Asipah ketika sidang gugatan melawan kliennya atas kasus penyerobotan lahan. Melainkan juga dipakai oleh tersangka untuk mengurus legalitas tanah di kantor pertanahan.

“Menggunakan juga untuk membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), menggunakan juga untuk pengurusan hak sporadik di kelurahan,” lanjutnya.

Atas perbuatan Asipah dengan memalsukan kuitansi tersebut, kata Yafeti, kliennya harus menanggung kerugian besar, baik secara material maupun non material.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim yang telah menaikkan status Asipah dari semula sebagai terlapor menjadi tersangka.

“Kita memberi apresiasi kepada Satgas Anti Mafia Tanah Polda Jatim yang telah bersusah payah menyidik dan mengungkap pemalsuan surat ini,” tutupnya.

Sementara itu Peter Susilo yang juga salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Pujiono Sutikno menyayangkan sikap majelis hakim di beberapa persidangan sebelumnya yang tidak memperhatikan bukti dokumen milik Pujiono Sutikno.

"Padahal dokumen itu asli, kita sudah cross cek sebelumya, janggalnya lagi pihak kuasa hukum Asipah mengaku kalau dokumen kepemilikan tanah milik kliennya hilang, dan hanya menyisakan kwitansi jual beli yang diduga palsu" ujarnya.

Peter berharap Polda Jatim bisa mengungkap perkara ini. "Asipah ini umurnya 70 tahun. Kita berharap penyidik segera memeriksanya sebagai tersangka agar dapat bercerita supaya mafia ini bisa terungkap" tegasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive