• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Mendag : Sudah saatnya produk UKM banjiri pasar dalam negeri

February 26, 2019

 

Sby, MercuryFM - Pasar dalam negeri dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir banyak di banjiri produk-produk import khususnya dari China. Untuk itu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong pengusaha pengusaha untuk mengisi pasar dalam negeri. Utamanya untuk produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Produk UKM dikatakan Enggar punya potensi besar untuk dipasarkan ke seluruh Indonesia melalui jaringan ritel modern. Dan ini tidak kalah dengan ekspor. 


"Tadi di pameran saya melihat produk makanan frozen yang tahan hingga enam bulan, sesegera mungkin produk-produk seperti itu bisa masuk ke minimarket maupun ritel modern lain. Karena UKM harus didorong untuk masuk ke pasar modern, tentu ini saling menguntungkan. Nah, begitu bisa penetrasi di domestic market, baru masuk ke ekspor," kata Mendag ketika menjadi pembicara pada acara Bincang Bisnis Optimisme Perdagangan dan Ekonomi 2019 di gedung Spazio, Selasa (26/2/2019). 
 

 

Dalam kesempatan tersebut Enggartiasto menyampaikan gejolak perekonomian global mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Pada 2017 lalu, pertumbuhan ekspor sebesar 16 persen. Kemudian pada 2018 ekspor hanya tumbuh 6,5 persen atau di bawah target sebesar 11 persen.

"Saya akui ada defisit perdagangan hingga USD 8,5 miliar. Tapi tidak perlu berkecil hati, karena defisit itu disebabkan peningkatan impor bahan baku dan barang modal, yang ada korelasi dengan pertumbuhan investasi dan pembangunan infrastruktur," ujarnya. 
 

 

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menambahkan sebelum 2015 lalu ritel terpuruk karena tingginya inflasi yang menyentuh sekitar 7-8 persen. Tapi kemudian akhir 2018 lalu, ritel lambat laun mencatat pertumbuhan meski belum signifikan.

"Terlihat dari indeks kepercayaan yang meningkat menjadi 122,4, dari sebelumnya 121,6. Indeks ini menunjukkan persepsi pada minat beli dan kualitas produk lebih meningkat dibandingkan masa sebelumnya," tegasnya.
 

Dan dalam kesempatan yang sama sejumlah pengusaha juga menyampaikan sejumlah keluhannya pada Mendag. Misalnya pengusaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menyampaikan tentang kebijakan Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bagi industri mebel. Selain itu juga regulasi tentang Importir Produsen tanpa Lartas (larangan terbatas). (Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive