Pengolahan limbah B3 dibangun diatas lahan produktif, Komisi B akan panggil Dinas Pertanian Jatim

February 27, 2019

 

Sby, MercuryFM - Lahan yang rencananya akan di pakai sebagai tempat pengelolahan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3), dikawasan Brondong Lamongan, ternyata masih lahan produktif. Lahan tersebut ternyata kawasan pertanian produktif. Temuan mengejutkan tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus Febrianto.

 

"Saya sangat kaget ketika diberitahu bahwa rencana pembangunan pabrik pengolahan B3 di kawasan Brondong merupakan lahan pertanian padi. Kalau saya melihat gambar di lokasi kemungkinan dua bulan lagi akan panen," kata firdaus di kantor komisi B DPRD Jatim. Rabu (28/02/19).

 

Dengan kondisi semacam ini kata Firdaus, pihaknya atas nama komisi B, akan segera memanggil Dinas Pertanian Jawa Timur untuk meminta kejelasan terhadap temuan itu. 

 

Karena lanjutnya, jika lahan pertanian produktif itu dialihfungsikan, dikhawatirkan akan mempengaruhi keberlangsungan pasokan beras di Lamongan.

 

"Lahan tersebut digunakan kalau kepentingan limbah b3 mau digusur maka bisa mengancam lumbung pangan nasional, kami minta agar dijaga betul betul," katanya lagi.

 

Politisi asal partai Gerindra itu memang menyadari, selama ini tidak ada daerah yang membuat peraturan khusus untuk melindungi lahan pertanian produktif. Sehingga, di beberapa wilayah, lahan tersebut bisa dialihfungsikan dengan mudah, oleh pihak lain.

"Belum semua daerah hanya 11 yang punya peraturan perlindungan lahan produktif. kalau digunakan kepentingan limbah b3 maka sangat memprihatinkan," tandasnya.

 

Kekhawatiran lainnya, kata Firdaus, pabrik pengolahan limbah itu akan menggunakan pasokan air yang selama ini mengalir ke rumah warga. Pasalnya, dari temuan, lokasi itu tidak ada air sama sekali. Selama ini warga hanya mengandalkan pasokan air dari desa tetangga.

 

"Keberadaan tanah disitu dilakukan pengeboran sejauh 200 meter tapi tidak bisa keluarkan air. Air digunakan warga rencana akan digunakan PT itu. Ini akan bisa mengancam pengairan, baik Pengairan sawah maupun lahan untuk konsumsi warga airnya. Ini jelas bisa menimbulkan kegelisahan berikutnya," tambahnya.

 

Disamping itu, kata Firdaus, ada kekhawatiran warga, bahwa residu limbah akan dibuang ke laut. Sedangkan, dari lokasi dengan laut terdapat tambak garam yang dikelola warga sekitar. Jika dioperasikan, maka keberadaan pengolahan limbah itu akan mengancam tambak garam yang dimiliki warga pesisir Brondong.

 

"Kemudian yang lain lagi dari perencanaan yang disapaikan ke warga rencana residu dibuang ke aliran sungai menuju ke laut. Residu dilewatkan sungai menujur desa logung ke laut dalm perjalanan melewati beberapa lahan tambak garam. Para petambak keberatan. Mereka kuatir garam terkontaminasi limbah B3. Perlu peninjauan kembali," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive