• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Balai Bahasa Jawa Timur Gelar Revitalisasi Sandur Manduro

February 28, 2019

 

Jombang, MercuryFM -  Dekatkan seni budaya pada kalangan pemuda, Balai Bahasa Jawa Timur mengadakan revitalisasi Sandur Manduro di Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Yang dikuti kalangan mahasiswa, pelajar dan pemuda setempat.

 

Dalam Acara digelar selama tiga hari ini menurut Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Mustakim, revitalisasi Sandur Manduro adalah usaha untuk mengenalkan dan membangkitan kembali salah satu seni tradisi lisan. Sekaligus merupakan upaya konservasi pada  kesusastraan tradisi yang hampir tergerus zaman. 

 

"Sandur terdiri atas berbagai unsur. Salah satunya adalah bahasa dan sastra. Oleh karena itu, seni tradisi tersebut direvitalisasi dan diperkenalkan secara lebih dekat kepada generasi muda, agar pewarisan nilai-nilai luhur lewat sastra, seni dan budaya, terfasilitasi dengan baik," tutur Mustakim.

 

Hal ini lanjut Mustakim, sesuai pula dengan kebijakan Balai Bahasa untuk melakukan upaya perlindungan terhadap warisan kebahasaan dan kesastraan yang terancam keberadaannya.

 

Kenyataan itu dibenarkan Warito, seniman Sandur Manduro. Menurut dia, meskipun pada 2017, Sandur Manduro ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh pemerintah, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut dan hampir tidak ada generasi muda yang bersedia mempelajarinya.

 

"Belum ada anak muda yang mau belajar. Selain itu, seni sandur sudah kalah sama elekton, sehingga jarang yang nanggap," tuturnya.

 

 

Sementara itu Nayla Nilofar, ketua panitia mengatakan kegiatan ini diharapkan mampu mereaktualisasikan Sandur Manduro sesuai kondisi kekinian. Selain itu, mereka pun mampu menjaring inspirasi dari seni sandur sebagai warisan leluhur.

 

"Dalam tradisi lisan kita tidak hanya berisi tontonan, tapi juga tuntunan. Kami berharap generasi milenial di Jombang dapat belajar banyak hal dari Sandur Manduro, baik sebagai tontonan maupun tuntunan," terangnya.

 

Sebelum dan selama proses latihan, para peserta mendapatkan materi berupa wawasan seputar sandur, mulai dari urgensi revitalisasi Sandur Manduro, sejarah Sandur Manduro, sandur untuk generasi milenial, dan perbedaan seni sandur-sandur di Jawa Timur, serta pola-pola revitalisasinya untuk dunia pendidikan.

 

Pada saat latihan, para peserta yang terdiri atas siswa SMAN Kabuh, siswa SMKN Kabuh, mahasiswa STKIP PGRI Jombang dan pemuda Manduro itu sangat antusias. Acara revitalisasi dipungkasi dengan pentas sandur dari para peserta yang berkolaborasi dengan seniman Sandur Manduro. Diharapkan, pengalaman latihan dan pentas tersebut  memunculkan kecintaan peserta pada Sandur Manduro.

 

"Saya berharap krisis generasi penerus sandur dapat diatasi. Tentu harus ditopang dengan langkah-langkah lanjutan, terutama terhadap peserta pelatihan ini," terang Anton Wahyudi, dosen STKIP Jombang.

 

Sandur Manduro merupakan seni tradisi khas, yang hanya dapat ditemui di Desa Manduro. Memang, ada beberapa sandur di Jawa Timur, tetapi Sandur Manduro berbeda dengan Sandur Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan lainnya. 

 

Sandur Manduro merupakan titik temu antara berbagai unsur tradisi, mulai dari tembang, lakon, tari,  topeng dan musik. Ada sembilan lakon dalam Sandur Manduro berdasar jenis topengnya. 

 

Adapun  dramaturginya lebih dekat dengan Sandur Bangkalan daripada sandur di Jawa. Dimungkinkan karena masyarakat Desa Manduro berasal dari Madura dan sudah menetap di sana sejak zaman Kerajaan Majapahit. 

 

Bahkan, bahasa keseharian warga Manduro adalah bahasa Madura. Tentu, sangat disayangkan bila Sandur Manduro sampai hilang tertelan laju zaman, bahkan punah. (ari)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive