• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gugatan Pra Peradilan Asipah layak ditolak

March 4, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kasus dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh Asipah alias Hj Sujiati di kawasan Mulyorejo memasuki babak baru, dengan digelarnya sidang gugatan pra peradilan, Senin 4/3/2019 di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sidang gugatan pra peradilan itu diajukan Asipah atas penetapan tersangka dirinya dalam perkara pemalsuan kwitansi jual beli tanah oleh Polda Jatim yang bersengketa. Agenda sidang kali ini mendengarkan jawaban Polda Jatim atas gugatan itu.

Menyikapi sidang gugatan pra peradilan tersebut, Yafety Waruwu SH kuasa hukum Pujiono Sutikno pemilik tanah yang bersengketa dengan Asipah berharap agar PN Surabaya menolak gugatan pra peradilan tersebut.

"Alasannya jelas karena sudah terbukti bersalah, kami berharap keadilan seadil adilnya," tegasnya.

Yafety yang turut menyaksikan jalannya persidangan bersama rekan sejawatnya Peter Susilo dan kliennya Pujiono Sutikno menambahkan, berbekal kwitansi palsu, Asipah mengklaim kepemilikan lahan seluas 7780 m2 di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo. Kemudian mengajukan permohonan sertifikat di BPN (Badan Pertanahan Nasional), mengurus legalitas di kelurahan dan juga mengurus ipeda dan PBB.

Yafety mengatakan dugaan kwitansi itu palsu diperkuat dari hasil penyelidikan Laboratorium Forensik (Labfor) dengan nomor 4171 / DTF / 2010  tertanggal 11 Agustus 2010 lalu oleh Polda Jatim.

"Ada yang lebih menarik lagi, ternyata isi dari kwitansi palsu tersebut pada pembelian tanah tahun 1974 dengan petok D 402, ternyata setelah di cek di kelurahan bukan atas nama Asipah ataupun Abdulrahman tetapi milik Inggrid Yaniwati" ujarnya

Yafety kembali menambahkan mereka kemudian beralih ke petok D nomor 473, tapi setelah dicek lagi di kelurahan juga bukan atas nama Asipah atau Abdulrahman tetapi milik Sutrisno.

"Maka dari itu Polda Jatim menetapkan Asipah sebagai tersangka, berdasarkan kitab Undang - Undang hukum pidana pasal 263 ayat 2 karena menggunakan surat palsu untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain, " pungkasnya.

Sidang gugatan Pra Peradilan ini dijadwalkan akan dilanjutkan pada Jum'at 8/03/2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi sebagai rangkaian proses pembuktian.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload