• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Elektabilitas Jokowi selaku Incumbent dari hasil survey pollmark cukup mengkhawatirkan

March 5, 2019

Sby, MercuryFM - Selaku incumben posisi Jokowi di pilpres mendatang cukup mengkhawatirkan. Elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin sampai saat ini hanya  40,4 persen. Sedangkan pasangan Prabowo- Sandiaga Uno mencapaI 25,8 persen. Dan undecited voter 38,8 persen 

 

"Ini cukup memprihatinkan bagi Jokowi yang merupakan Incumben. Sebagai Incumben, menjelang pelaksanaan pilpres yang kurang 1 bulan lebih sedikit ini seharusnya sudah mencapai 50 persen. Sisi lain ini menguntungkan Prabowo meski hasil survey masih kalah," ujar Founder dan CEO Pollmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah disela acara rood show PAN dan Pollmark terhadap hasil survey 73 dapil (Daerah Pemilihan) yang dilakukan Pollmark dalam forum pikiran akal dan nalar yang berlangsung di Mercure hotel Surabaya, (05/03/19).

 

Menurut Eep, ini cukup menantang dan membahayakan incumbent juga dikarenakan  masih ada sekitar 48 persen suara pemilih yang mengambang dan belum tentukan sikap.

 

"Satu sisi ini membahayakan bagi incumbent satu sisi ini adalah tantangan bagi pasangan penantang Prabowo-Sandiaga Uno," jelasnya.

 

Kata Eep, dengan kondisi semacam ini, maka dirinya bisa mengatakan bahwa pilpres 2019 ini cukup ketat persaingan antara Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

 

"Sekarang tergantung kedua belah pihak khisunya tim pemenangan. Bagaimana memanfaatkan waktu yang ada ini. Karena belum bisa ada yang dinyatakan bisa memanangkan pilpres. Siapapun yang menang nantinya akan menang dengan selisih angka yang tipis," pungkasnya.

 

Dalam survey yang dilakuka pollmark ini, dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden dan dilakukan rentan waktu Oktober 2018 sampai Februari 2019. Survei ini melibatkan 32.560 responden yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive