• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PAN tegaskan Pemilu bukan ajang perang.

March 5, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pemilu bukan ajang perang. Pemilu merupakan salah satu langkah untuk menentukan arah pembangunan Indonesia kedepan. Sehingga salah bila ada yang mengatakan pemilu ajang untuk perang.

 

"Saya tekankan pemilu bukan perang total atau perang badar. Tapi pemilu itu adalah menentukan arah Indonesia, arah publik, arah masyarakat yang akan datang. Jadi, membuat komitmen antara pemilih dengan yang dipilih," ujar ketua umum PAN Zulkifli Hasan setelah menyampaikan orasi keumatan dan kerakyatan dalam forum pikiran, akal dan nalar serta pemaparan survey 73 Dapil Pemilu 2019 dari Pollmark Indonesia, Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Selasa (5/3/19). 

 

Menurut Zulhas sapaan akrab Zulkifli Hasan, dalam pemilu 17 April mendatang, Pada orasi ini, Zulhasan menyampaikan bahwa 17 April mendatang bukan sekadar peristiwa melubangi surat suara. Lebih dari itu, 17 April adalah penentuan masa depan Indonesia dan masa depan rakyat Indonesia.

 

“17 April bukan hanya hari besar untuk caleg partai dan capres. 17 April adalah pembuktian kedaulatan warga dalam pemilu. Bukan ajang perang. Yang sudah merasa hari ini pengelolaan negara sudah baik, silahkan melanjutkan. Tapi bagi yang tidak, silahkan bergabung dengan PAN," katanya.

 

Dan yang lebih di lihat lagi lanjut ketua MPR RI ini, pemilu 17 April bukan semata-mata soal merebut kekuasaan, namun pemilu sebagai serah terima amanat dari rakyat pada parpol dan caleg yang ada. 

 

“Di satu sisi mendapat sukses meraih kursi sebanyak-banyaknya. Tapi sukses yang hakiki adalah sukses mengemban amanat rakyat, sukses kalau kita benar benar menjadi pembela umat dan rakyat,"  jelasnya.

 

PAN sebagai partai peserta pemilu kata Zulhas, siap untuk menerima amanat masyarakat dipemilu nanti. Dan PAN akan siapkan 12 perintah untuk menjalankan amanat yang diberikan nantinya. 

 

"12 Perintah Bela Rakyat dan Bela Umat. Perintah ini untuk para kader PAN, jika berhasil menembus parlemen nantinya. PAN menolak keras upaya saling membenturkan paham kebangsaan dengan paham agama. PAN menolak keras dikotomi yang hendak membenturkan paham berbangsa dengan agama. Agama dan kebangsaan seiring sejalan. Taat beragama adalah fondasi yang kokoh untuk membela negara,” terangnya.

 

Dari 12 perintah yang dipaparkan lanjut Zulhas,  salah satunya yakni haram bagi PAN menjadi sumber masalah. Kader PAN harus aktif memberi solusi dan jalan keluar untuk permasalahan di masyarakat. 

 

“Kader PAN haram menjadi sumber masalah, kader PAN harus menjadi sumber solusi, wajib aktif memberi jalan keluar untuk masalah rakyat dan umat,” pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags