• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Abdikan dirinya untuk dunia pendidikan, Pakde Karwo resmi mengajar di Unair

March 6, 2019

 

Sby, MercuryFM - Dunia Pedidikan menjadi tempat mantan gubernur Jatim Soekarwo untuk mengabdikan dirinya setelah lengser dari kursi Gubernur Jatim selama dua periode atau 10 Tahun.

 

Pakde Karwo sapaan akrab mantan Gubernur Jatim Soekarwo, resmi menjadi dosen tetap di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair). Dan Hari ini, Rabu (06/03/19), pria berkumis ini pertama kalinya mengajar.

 

Di hari pertamanya mengajar, Soekarwo memberikan materi ekonomi makro. Pria berusia 68 tahun tersebut memaparkan konsep Jatimnomic. Sebuah konsep yang disusunnya selama menjabat sebagai gubernur sepuluh tahun. 

 

"Tanggal 30 Januari kemarin saya diangkat sebagai dosen Pasca Sarjana di Fakultas Ekonomi Unair. Dosen tetap dan akan rutin mengajar," ujar Soekarwo usai mengisi kuliah di Kampus B Unair.

 

Soekarwo sendiri sebenarnya tidak berlatar belakang ekonomi. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, kemudian meraih gelar pascasarjana hukum di Universitas Surabaya, dan lulus doktoralnya di Universitas Diponegoro Semarang. 

 

Namun pengalamannya memimpin Jawa Timur membuat pria kelahiran Madiun itu paham betul ihwal kebijakan fiskal. Bahkan dia pernah dinobatkan sebagai Doktor Honoris Causa UNAIR ke-10 dengan karyanya Jatimnomic. 

 

"Sakjane walaupun saya ini lulusan hukum saya kan kursus ekonomi metri, hukum pun saya hukum keuangan," sahut Pakde Karwo. 

 

Menurut Ayah tiga anak ini, dirinya tidak asing dengan dunia pendidikan. Sebab dirinya pernah tercatat sebagai pengajar sejak 1982 di Universitas Narotama dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Karenanya, begitu ditelepon oleh Rektor Unair Mohammad Nasih, dirinya langsung menyanggupi. 

 

Selain di Unair, Pakde Karwo sekarang juga tercatat sebagai pengajar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk mata kuliah ekonomi syariah, serta di STPDN mengajar reformasi birokrasi. 

 

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menyebut, teori dari praktisi berpengalaman diperlukan guna meningkatkan taraf sebuah perguruan tinggi di dunia internasional. Teori dan implementasi harus digabungkan agar bisa lebih berkembang. 

 

"Saya empirisnya, lalu dosen lainnya memberi teori," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive