• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Wagub minta kalangan milenial Jatim tidak apatis hadapi revolusi industri 4.0

March 6, 2019

Sby, MercuryFM - Revolusi Industri 4.0 harus disikapi kalangan milenial dengan optomis. Kalangan melenial jangan apatis dan harus memiliki daya saing tinggi.

 

“Dunia terus berkembang dan berubah. Dulu mahasiswa kuliah ambil Jurusan Akuntansi atau Keuangan untuk bisa kerja di bank, saat ini sudah tergantikan dengan mesin ATM. Dulu aktivitas kerja memerlukan kantor, saat ini bisa dilakukan di rumah. Sehingga bangunan perkantoran mulai mengalami kesulitan. Jadi Banyak sekali tantangan ke depan,” Kata wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak didepan aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Surabaya yang digelar di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Rabu, (06/03/19).

 

Dengan fenomena yang ada itu, menurut Emil dirinya mengajak agar millenials mau mengembangkan visinya serta mendorong mereka untuk berwirausaha. Pemprov Jatim, melalui program Millenials Job Center, bakal menjadi fasilitator bagi mereka agar bisa berkembang.

 

Millenials Job Centre nantinya kata Emil, berusaha mengambil pendekatan baru dan kemudian melatih seseorang untuk menjual  kemampuan, bukannya mencari pekerjaan. 

 

Nantinya mereka lanjut Wagub, dilatih bagaimana mengeksplorasi  kemampuan dirinya secara profesional melalui hubungan komunkasi di jaringan daring. Sehingga, dengan demikian, kalangan muda dapat bersaing untuk mendapatkan peluang-peluang usaha yang ada. 

 

"Dengan banyaknya tantangan tersebut,  Millenials Job Center, diperkuat juga dengan program Dream Team Science Techno Park (STP), untuk kelompok remaja berjumlah sedikitnya 5 sampai 10 orang dari kalangan Sekolah Menengah Khusus (SMK), D3, dan S1, selain juga kelompok rintisan usaha dari masyarakat umum di berbagai daerah," pungkasnya.

 

 

 

Pada kesempatan yang sama, sosok pengusaha muda Bayu Airlangga yang menjadi salah satu pembicara turut memberikan tips berbisnis bagi para milenial.

 

Menurut menantu Pakde Karwo itu, ada hal esensial yang tak boleh dilupakan ketika berbisnis.

 

"Saya, sebelum jadi seperti sekarang ini, sempat 4 kali gagal dalam berbisnis. Lalu kemudian saya sadar. Ada dua hal utama yang belum saya lakukan. Keduanya adalah yang pertama bershodaqoh dan meminta restu dari Ibu," ujar Bayu.

 

"Ketika saya lakukan itu, saya sisihkan modal saya langsung untuk bershodaqoh lalu meminta restu Ibu, bisnis saya langsung berjalan lancar. Itu cerita saya, mungkin bisa menjadi motivasi tersendiri," pungkas pengusaha muda yang juga caleg Partai Demokrat untuk DPRD Jatim dari daerah pemilihan Nganjuk Madiun. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive