Waspadai penyakit menular pasca banjir di Jatim

March 8, 2019

 

Sby, MercuryFM - Dinas Kesehatan Jawa Timur ikut bergerak cepat menangani warga masyarakat yang menjadi korban musibah banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur. Sejak Rabu malam (6/3/2019) Dinkes Jatim langsung koordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota yang mengalami banjir serta menngirim sejumlah barang dan tenaga medis ke lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Kohar Santoso mengatakan, Dinkes Jatim bekerja sama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang lain termasuk BPBD Jatim sudah melakukan berbagai penanganan untuk korban musibah banjir di Madiun dan sekitarnya. “Tadi malam (Rabu, red) di Desa Balerejo Madiun yang genangannya paling banyak dan pengungsi banyak kita sudah membuka pos -pos kesehatan. Base camp nya di puskemas Balerejo,” terang dr Kohar, Kamis (7/3/2019).

Bahkan Kamis Pagi, bersama dengan Gubernur Jatim Khofifah, pihaknya sudah melakukanpenanganan kepada warga yang bertempat tinggal di dusun yang belum terjangkau. “Kita bantu pos pelayanan kesehatan. mengevakuasi orang-oirang tua, tadi terakhir kita evakuasi 10 orang tua dan ibu hamil,” terangnya.

Hal yang sama juga dilakukan di tempat lain yang juga sama-sama mengalami dampak banjir. Seperti Ponorogo, Trenggalek, Ngawi dan sebagainya. “Laporan dari dinkes Ngawi sudah tidak ada kendala, kami sudah menyiapkan pos kesehatan, namun kita terus koordinasi,” ujar Kohar.

Kohar juga mengingatkan ancaman penyakit menular pasca banjir. "Yang harus diwaspadai adalah second attacknya. Yaitu penyakit yg timbul setelah kejadian banjir" ujarnya. 

Penyakit yang muncul itu biasanya penyakit kulit, Diare, Leptospirosis, Snake bite, Pes. Untuk mengantisipasinya yang perlu diperhatikan adalah, kwalitas air, sanitasi, nutrisi, dan shalter.

Dinkes Jatim, lanjut dr Kohar, sudah mengirim 1 perahu karet dengan bahan logistik berupa 30 dus paket obat-obatan, 100 Liter Lisol, 40kg Chlorin (kaporit). “Kami segera koordinasikan dan dikirim ke sana. obat-obatan juga kita distribusikan. Alhamdulilah sampai hari ini tidak sampai ada korban meninggal dari musibah banjir ini. kami juga membawa makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil,” terangnya.

Kadinkes Jatim dr Kohar saat mengevakuasi warga korban banjir Madiun.
Sejauh ini, sejumlah Tenaga kesehatan disana bisa mengatasi. Dibantu kerjasama dengan semua pihak kesehatan di seluruh kecamatan. Namun Dinkes mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap hati hati dan waspada terhadap penyakit seperti gatal-gatal, diare dan sejenisnya. “Pesan kami, dalam kondisi ini mohon masyarakat selalu waspada ketika hujan lebat dan jangan sampai perut kosong,” pungkas Kohar.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group