Gugatan Pra Peradilan Asipah ditolak, bisa jadi pintu ungkap mafia tanah

March 11, 2019

Sby, MercuryFM - Hakim Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya menolak gugatan pra peradilan Ny Asipah atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Jatim, dalam perkara pemalsuan kwitansi jual beli tanah. Putusan itu melalui sidang di PN Surabaya Senin 11/03/2019.

Yafeti Waruwu kuasa hukum Pujiono Sutikno  mengapresiasi putusan hakim itu. "Itu sudah melalui berbagai pertimbangan hukum dan juga pendapat ahli. Oleh karena itu sangat beralasan pemohon Asipah ini ditolak oleh hakim," tegas Yafeti seusai sidang.

Yafety juga mengatakan kalau dirinya sebelumnya sudah yakin kalau hakim akan menolak gugatan pra peradilan itu. "Kuasa hukum penggugat dalam persidangan sebelumnya memaksakan soal bentuk kwitansi palsu yang berupa fotocopy dengan dalih tidak bisa dijadikan barang bukti. Pernyataan ini juga diperkuat saksi ahli. Tapi piihak kuasa hukum Polda Jatim sudah menunjukkan dokument pembanding. Tidak mungkin hasil labfor tidak berdasarkan dokument pembanding" jelasnya.

Dengan ditolaknya gugatan Asipah, Yafeti berharap perkara penggunaan surat atau kwitansi palsu yang di gunakan oleh Asipah dilanjutkan penyelidikannya sampai ke persidangan. Dengan begitu diharapkan bisa terungkap dalang dibalik perkara pemalsuan kwitansi itu.

"Saya tidak yakin kalau Asipah bekerja sendiri. Dia itu wanita berumur 70 tahun. Pasti ada dalang dibaliknya. Maka kami berharap pihak Polda Jatim bisa menyelidiki sampai terang benderang," ucapnya.

Sementara itu, Pujiono Sutikno pihak yang bersengketa tanah dengan Asipah juga menduga ada pihak yang menjadi dalang dibalik Asipah.

"Jadi Asipah ini dikambinghitamkan, maka dari itu saya minta masalah ini harus diungkap seadil adilnya siapa dibalik semua ini, karena ini sebuah sindikat. Kalau memang saya yang salah saya bersedia ditangkap," tambahnya.

Sementara itu pihak Asipa belum memberikan tanggapan atas tidak dikabulkannya gugatan pra peradilan dirinya. Saat beberapa wartawan mendatangi rumahnya di kawasan Jl Nyamplungan tidak menemui yang bersangkutan karena tidak berada dirumah.

Kasus dugaan kwitansi palsu itu berkaitan dengan sengketa tanah antara Puji Sutikno dan Asipah. Berbekal kwitnasi jual beli tanah yang diduga palsu, Asipah mengklaim sebagai pemilik tanah seluas 7780 meter persegi milik Pujiono Sutikno di kawasan Mulyorejo Surabaya. Berbekal kwitansi itu juga Asipah melakukan berbagai upaya untuk melegalisasi status tanah tersebut. Seperti mensertifikatkan ke BPN dan juga Ipeda serta PBB ke kelurahan.(alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group