Ansor Jatim siap kawal dan sukseskan program Gubernur Khofifah Indar Parawansa

March 13, 2019

 

Sby,MercuryFM - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim siap bersinergi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam mewujudkan dan merealisaikan visi misi membangun Jatim untuk lima tahun kedepan, yang masuk dalam program Nawa Bhakti Satya, yang dikenal dengan jargon CETTAR (Cepat, Efisien, Tanggap, Transparan, dan Responsif).

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, Moh Abid Umar mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung sembilan program pembangunan Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah untuk lima tahun ke depan. Alasannya, pasangan Khofifah-Emil merupakan pemimpin yang dipilih rakyat Jatim secara demokratis pada Pilgub Jatim 2018 lalu.

 

“Kami sudah bertemu Ibu Gubernur dan Pak Wagub di Gedung Negara Grahadi. Bahkan Ibu Gubernur mempersilahkan agar penutupan Rakerwil Ansor Jatim dilaksanakan di Grahadi. Ini tentu sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Gus Abid disela-sela Rakerwil (Rapat Kerja Wilayah) PW GP Ansor Jatim di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Rabu (13/03/19).

 

Kata pria yang akrab dipanggil Gus Abid ini, Khofifah dan Emil adalah kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, sedangkan Emil Sekretaris Dewan Penasehat GP Ansor Jatim dan pendiri PC Istimewa NU Jepang. 

 

Karena latar belakang itulah, lanjut pria yang berasal dari Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, sudah seharusnya GP Ansor Jatim mendukung pemerintahan Khofifah-Emil yang merupakan bagian dari keluarga besar NU. Tentunya dukungan itu akan diberikan pihaknya secara proporsional kritis dan konstruktif. 

 

“Bu Khofifah itu ibaratnya ibu bagi kita. Mosok iya kita gak dukung ibu kita sendiri,” kelakar Cucu KH. Zainuddin Djazuli ini.  

 

Caleg DPRD Jatim dari Partai NasDem dapil Kediri Raya ini juga menjelaskan, program Nawa Bhakti Satya yang diusung Khofifah-Emil adalah program yang bagus dan senapas dengan Jawa Timur sebagai provinsi yang religius. Ia mencontohkan tunjangan bagi hafidz dan hafidzah yang akan diberikan oleh gubernur pada bulan ini.

 

Dari data yang ada lanjutnya, total ada sekitar 4000 penghafal Al Quran yang akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp2 juta per tahun dari Pemprov Jatim. Jumlah itu akan bertambah menjadi 10000 orang sesuai janji kampanye. Mereka tersebar di sejumlah pondok pesantren yang ada di Jatim. Ini tentu bentuk perhatian konkret dari gubernur terhadap pendidikan spiritual serta pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

 

“Saya juga dengar Bosda Madin juga akan dicairkan bulan ini. Ini membuktikan ibu gubernur tidak hanya memperhatikan sekolah umum tapi juga sekolah agama dan pondok pesantren. Ini tentu sebuah kemajuan yang berarti, buat Jatim,” pungkasnya. (ari) 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive