• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Lewat inovasi PT Pertamina Patra Niaga, implementasikan SMART MT pada Mobil Tangki BBM/BBK,

March 14, 2019

 

Jakarta, MercuryFM – Mengubah masalah menjadi inovasi dan prestasi. Itulah yang 

dilakukan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam menyikapi insiden kebakaran mobil tangki 

yang sedang melakukan pengiriman BBM di wilayah Banyuwangi pada Mei 2017.

 

Inovasi berupa program digitalisasi mobil tangki melalui pengembangan teknologi Smart Mobil 

Tangki (SmartMT®,Red) bahkan mendapat pengakuan dari KNKT (Komite Nasional 

Keselamatan Transportasi). KNKT sebagai lembaga yang bertugas untuk mewujudkan 

keselamatan transportasi di Indonesia telah menunjuk PPN sebagai pilot project untuk 

penggunaan sensor suhu pada tromol mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan 

Bahan Bakar Khusus (BBK). 

 

Di tahun 2018, inovasi SmartMT® yang terbukti membantu meningkatkan jaminan keamanan 

mobil tangki yang dioperasikan PPN mengantarkan Tim Research & Development Digitalisasi 

mobil tangki meraih predikat Gold untuk PC-Prove Broadcast Getaway dalam ajang Continues 

Improvement Program (CIP) PT Pertamina (Persero) Tingkat Direktorat Pemasaran dan 

memperoleh predikat Silver untuk SmartMT® Sensor Suhu Tromol MT dalam ajang 

Information and Communication Technology (ICT) Innovation Challenge 2018.

 

“Pengakuan dari KNKT terhadap inovasi digital SmartMT® ini merupakan salah satu yang

sangat membanggakan bagi kami. Ini menjadi spirit bagi seluruh tim PT Pertamina Patra Niaga 

untuk terus menerus menghasilkan inovasi agar program pengiriman BBM yang dilakukan awak 

mobil tangki bisa berjalan lancar dan aman, risiko kecelakaan bisa diperkecil,” kata Direktur 

Utama PT Pertamina Patra Niaga, Nina Sulistyowati di sela kunjungan tim KNKT di Plumpang, 

Rabu (13/3/2019).

 

Dari hasil paparan investigasi KNKT dari insiden di Banyuwangi, kami mendapatkan 

kesimpulan bahwa panas berlebih di dalam tromol roda hingga menimbulkan percikan api dan

membakar seluruh mobil tangka.

 

"Berangkat dari insiden api di mobil tangki tersebut, kami berpikir untuk mencari inovasi apa 

yang bisa mengatasi permasalahan ini. Kesimpulannya adalah perlu digitalisasi yang dapat 

mengontrol kondisi mobil tangki yang sedang beroperasi secara lebih mudah dan dapat dipantau 

secara online,” tegas Nina Sulistyowati.

 

 

Nina menambahkan, adanya sambutan yang positif dari pengemudi mobil tangki karena sangat 

membantu tugas mereka. Selama ini, sebelum mereka berangkat untuk mendistribusikan 

BBM/BBK, para pengemudi mobil tangki terlebih lebih dulu melakukan pengecekan suhu ban mobil tangki menggunakan thermometer gun.

 

“Setelah dipasang sensor suhu di masing-masing sumbu roda, pengemudi mobil tangki hanya 

perlu melihat indikator yang tersaji di dashboard mobil tangki. Informasi yang terlihat adalah

indikator suhu ban di level merah, kuning, atau hijau. Apabila indikator suhu ban berwarna 

kuning, lampu tanda peringatan akan menyala di dashboard disertai bunyi beep," jelasnya.

 

Dengan adanya indikator sensor suhu pada sumbu ban, pengelolaan kecelakaan yang tidak 

diharapkan bisa diantisipasi lebih dini. Lampu kuning atau merah yang menyala di dashboard

menjadi pertanda bagi pengemudi mobil tangki untuk segera ke bengkel guna melakukan 

pengecekan ban. Kendala yang berpotensi menimbulkan celaka saat mobil tangki berada di jalan 

raya pun bisa diminimalkan, bahkan dapat dicegah lebih dini.

 

“Data yang dihasilkan dari alat pendeteksi juga di unggah di Control Room yang berada di

kantor Pusat PPN sehingga petugas bisa langsung memperingatkan pengemudi mobil tangki

apabila lampu tanda peringatan menyala. Dengan mengetahui adanya kendala lebih dini, Para 

pengemudi mobil tangki tidak perlu was-was lagi ketika sedang berkendara," tambah Manager

ICT Departemen, Giyarto, yang juga pemimpin Tim Research & Development Digitalisasi 

Mobil Tangki PPN.

 

Keberhasilan penerapan sensor suhu pada sumbu roda mobil tangki mendorong Giyarto dan tim 

yang terdiri dari Asrul Rizal, Aditya Munggaran, Haryanto, Hari Dharmawan, Bayu Riyadi, dan 

Wahyu untuk melakukan digitalisasi sistem penanggulangan kecelakaan pada mobil tangki. 

Berbagai inovasi pengembangan teknologi dirancang demi mendukung pencapaian zero accident

dalam kegiatan operasi PPN dan menekan kerugian finansial bagi perusahaan yang diakibatkan 

oleh insiden kecelakaan mobil tangki.

 

 

Dari inovasi sensor suhu sumbu roda yang bisa dipantau secara digital dan memberikan 

peringatan dini kepada pihak-pihak terkait, Giyarto dan Tim berupaya untuk meminimalkan 

kendala yang berhubungan dengan tekanan ban.

 

"Dengan alat khusus, kita bisa mendeteksi mana saja ban yang kurang angin karena ban yang 

kempes bisa juga menyebabkan mobil tangki mengalami kecelakaan atau membuat pemakaian 

bahan bakar menjadi boros," kata Giyarto, yang akrab dipanggil Egi.

 

Setidaknya ada 16 fitur dalam digitalisasi informasi mobil tangki, salah satunya berfungsi untuk 

mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, memonitor kondisi fisik pengemudi, memonitor losses

produk yang diangkut, melacak posisi mobil tangki, memeriksa kesesuaian pengemudi dengan 

mobil tangki yang dikendarai, dan lain-lain.

 

Banyaknya ide yang bermunculan untuk melakukan inovasi membuat Egi dan Tim menetapkan 

skala prioritas. Project dengan tingkat urgensi yang lebih tinggi, seperti sistem pengereman 

mobil tangki, mendapat prioritas untuk diselesaikan lebih dulu.

 

"Kami sudah menyusun time frame untuk merampungkan seluruh konsep SmartMT® yang 

telah kami rancang. Satu hal yang pasti, kami akan memproduksi sensor suhu pada tromol mobil 

tangki secara massal pada Januari 2019 karena Pertamina (Persero) sudah minta untuk 

disediakan 10 unit," pungkas Egi.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive