RPJMD Jatim 2019 -2024 fokus pada pengentasan kemiskinan pedesaan

March 14, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pengentasan kemiskinan pedesaan akan menjadi fokus Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim untuk dilakukan di lima tahun kinerjanya.

 

Ini tampak dari rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim di tahun 2019-2014 yang diajukan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, pembentukan Pansus pembahasan RPJMD, Kamis (14/03/19).

 

“Saya minta ke pansus RPJMD lebih difokuskan dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan. Karena sekarang ini kemiskinan di Jatim mencapai 10,85 persen. Tetapi di pedesaannya 15,2 persen, lalu di perkotaannya 6,9 persen,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ditemui usai Paripurna di DPRD Jatim.

 

Kata Gubernur, dirinya berharap di tahun 2024 saat berakhirnya RPJMD tersebut lima tahun ke depan, maka kemiskinan di Jatim bisa turun mencapai 10,85 persen. Dan penurunan signifikan bisa terjadi di wilayah pedesaan nantinya.

 

“Kami sudah siapkan opsi-opsi untuk menurunkan kemiskinan di pedesaan dan diperkotaan di Jatim. Opsi opsi tersebut jangan ditabyakan sekarang. Sebab nanti akan kita bicarakan bersama di pansus RPJMD," ucapnya. 

 

Dalam RPJMD Jatim 2019 - 2024 yang diajukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang akan dibahas oleh Pansus RPJMD DPRD Jatim, selain pengentasan kemiskinan pedesaan, juga akan fokus pula dalam peningkatan IPM masyarakat Jatim.

 

"Kita berharap IPM masyarakat Jatim akan berada di atas rata rata nasional. Sehingga mengiringi pertumbuhan ekonomi masyarakat Jatim yang diatas rata rata nasional," jelasnya.

 

Sebagai konsekuwensinya kata mantan Menteri Sosial ini, pihaknya akan terus meningkatkan partisipasi sekolah anak didik di Jatim. 

 

"Angka anak putus sekolah yang rata rata drop out kelas dua SMP, harus dikurangi dan angka sekolah anak anak didik maksimal mencapai seperti yang diharapkan yakni wajib belajar sekolah 12 tahum bisa benar benar tercapai," pyngkasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur resmi membentuk Tim Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur periode 2019-2024. 

 

Pembentukan pansus ini ditetapkan melalui Sidang Paripurna DPRD Jatim, Kamis (14/3). Dalam pansus tersebut ketua Pansus dipegang oleh Achmad Hadinudin dari Fraksi Partai Gerindra dengan wakil ketua Sahat Tua Simanjuntak (FPG) dan Renville Antonio (FPD) dengan jumlah keseluruhan anggota pansus sebanyak 20 orang. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive