Lewat inovasi PT Pertamina Patra Niaga, implementasikan SMART MT pada Mobil Tangki BBM/BBK,


Jakarta, MercuryFM – Mengubah masalah menjadi inovasi dan prestasi. Itulah yang

dilakukan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dalam menyikapi insiden kebakaran mobil tangki

yang sedang melakukan pengiriman BBM di wilayah Banyuwangi pada Mei 2017.

Inovasi berupa program digitalisasi mobil tangki melalui pengembangan teknologi Smart Mobil

Tangki (SmartMT®,Red) bahkan mendapat pengakuan dari KNKT (Komite Nasional

Keselamatan Transportasi). KNKT sebagai lembaga yang bertugas untuk mewujudkan

keselamatan transportasi di Indonesia telah menunjuk PPN sebagai pilot project untuk

penggunaan sensor suhu pada tromol mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan

Bahan Bakar Khusus (BBK).

Di tahun 2018, inovasi SmartMT® yang terbukti membantu meningkatkan jaminan keamanan

mobil tangki yang dioperasikan PPN mengantarkan Tim Research & Development Digitalisasi

mobil tangki meraih predikat Gold untuk PC-Prove Broadcast Getaway dalam ajang Continues

Improvement Program (CIP) PT Pertamina (Persero) Tingkat Direktorat Pemasaran dan

memperoleh predikat Silver untuk SmartMT® Sensor Suhu Tromol MT dalam ajang

Information and Communication Technology (ICT) Innovation Challenge 2018.

“Pengakuan dari KNKT terhadap inovasi digital SmartMT® ini merupakan salah satu yang

sangat membanggakan bagi kami. Ini menjadi spirit bagi seluruh tim PT Pertamina Patra Niaga

untuk terus menerus menghasilkan inovasi agar program pengiriman BBM yang dilakukan awak

mobil tangki bisa berjalan lancar dan aman, risiko kecelakaan bisa diperkecil,” kata Direktur

Utama PT Pertamina Patra Niaga, Nina Sulistyowati di sela kunjungan tim KNKT di Plumpang,

Rabu (13/3/2019).

Dari hasil paparan investigasi KNKT dari insiden di Banyuwangi, kami mendapatkan

kesimpulan bahwa panas berlebih di dalam tromol roda hingga menimbulkan percikan api dan

membakar seluruh mobil tangka.

"Berangkat dari insiden api di mobil tangki tersebut, kami berpikir untuk mencari inovasi apa

yang bisa mengatasi permasalahan ini. Kesimpulannya adalah perlu digitalisasi yang dapat

mengontrol kondisi mobil tangki yang sedang beroperasi secara lebih mudah dan dapat dipantau

secara online,” tegas Nina Sulistyowati.

Nina menambahkan, adanya sambutan yang positif dari pengemudi mobil tangki karena sangat

membantu tugas mereka. Selama ini, sebelum mereka berangkat untuk mendistribusikan

BBM/BBK, para pengemudi mobil tangki terlebih lebih dulu melakukan pengecekan suhu ban mobil tangki menggunakan thermometer gun.

“Setelah dipasang sensor suhu di masing-masing sumbu roda, pengemudi mobil tangki hanya

perlu melihat indikator yang tersaji di dashboard mobil tangki. Informasi yang terlihat adalah

indikator suhu ban di level merah, kuning, atau hijau. Apabila indikator suhu ban berwarna

kuning, lampu tanda peringatan akan menyala di dashboard disertai bunyi beep," jelasnya.

Dengan adanya indikator sensor suhu pada sumbu ban, pengelolaan kecelakaan yang tidak

diharapkan bisa diantisipasi lebih dini. Lampu kuning atau merah yang menyala di dashboard

menjadi pertanda bagi pengemudi mobil tangki untuk segera ke bengkel guna melakukan

pengecekan ban. Kendala yang berpotensi menimbulkan celaka saat mobil tangki berada di jalan

raya pun bisa diminimalkan, bahkan dapat dicegah lebih dini.

“Data yang dihasilkan dari alat pendeteksi juga di unggah di Control Room yang berada di

kantor Pusat PPN sehingga petugas bisa langsung memperingatkan pengemudi mobil tangki

apabila lampu tanda peringatan menyala. Dengan mengetahui adanya kendala lebih dini, Para

pengemudi mobil tangki tidak perlu was-was lagi ketika sedang berkendara," tambah Manager

ICT Departemen, Giyarto, yang juga pemimpin Tim Research & Development Digitalisasi

Mobil Tangki PPN.

Keberhasilan penerapan sensor suhu pada sumbu roda mobil tangki mendorong Giyarto dan tim

yang terdiri dari Asrul Rizal, Aditya Munggaran, Haryanto, Hari Dharmawan, Bayu Riyadi, dan

Wahyu untuk melakukan digitalisasi sistem penanggulangan kecelakaan pada mobil tangki.

Berbagai inovasi pengembangan teknologi dirancang demi mendukung pencapaian zero accident

dalam kegiatan operasi PPN dan menekan kerugian finansial bagi perusahaan yang diakibatkan

oleh insiden kecelakaan mobil tangki.

Dari inovasi sensor suhu sumbu roda yang bisa dipantau secara digital dan memberikan

peringatan dini kepada pihak-pihak terkait, Giyarto dan Tim berupaya untuk meminimalkan

kendala yang berhubungan dengan tekanan ban.

"Dengan alat khusus, kita bisa mendeteksi mana saja ban yang kurang angin karena ban yang

kempes bisa juga menyebabkan mobil tangki mengalami kecelakaan atau membuat pemakaian

bahan bakar menjadi boros," kata Giyarto, yang akrab dipanggil Egi.

Setidaknya ada 16 fitur dalam digitalisasi informasi mobil tangki, salah satunya berfungsi untuk

mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, memonitor kondisi fisik pengemudi, memonitor losses

produk yang diangkut, melacak posisi mobil tangki, memeriksa kesesuaian pengemudi dengan

mobil tangki yang dikendarai, dan lain-lain.

Banyaknya ide yang bermunculan untuk melakukan inovasi membuat Egi dan Tim menetapkan

skala prioritas. Project dengan tingkat urgensi yang lebih tinggi, seperti sistem pengereman

mobil tangki, mendapat prioritas untuk diselesaikan lebih dulu.

"Kami sudah menyusun time frame untuk merampungkan seluruh konsep SmartMT® yang

telah kami rancang. Satu hal yang pasti, kami akan memproduksi sensor suhu pada tromol mobil

tangki secara massal pada Januari 2019 karena Pertamina (Persero) sudah minta untuk

disediakan 10 unit," pungkas Egi.(Dani)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group