• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur Khofifah bantah pernyataan Rommy, dan siap diklarifikasi KPK

March 23, 2019

Sby, MercuryFM - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membantah pernyataan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy akrab dipanggil Rommy yang menyebut dirinya merekom nama Haris Hasanudin menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Jatim.

 

Pihaknya kata Khofifah meminta kepada media untuk menanyakan langsung perihal rekomendasi apa yang dimaksud oleh Romahurrmuzy seperti yang diucapkan di gedung KPK.

 

"Saya tidak pernah meminta kepada mas Rommy untuk merekomendasi seseorang sebagai kepala kemenag jatim. Tolong tanya ke  mas Rommy rekomedasi apa. saya kuatir ada orang lain yang mengatasnamakan saya menyampaikan yang dikatakan mas Rommy itu," ujar Gubernur dalam keterangan disela kegiatan yang erlangsung di gedung Grahadi, Sabtu (23/0319).

 

Khofifah juga mengatakan, dirinya sejak awal disaat debat pilgub jatim kemarin ketia maju di pilgub jatim telah berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang bersih, melakukan rekriutmen pejabat dilingkungan pemprop dengan system yang sudah ada serta melarang adanya jula beli jabatan.

 

"Masak saya yang sudah berkomitmen semacam itu sehingga diberi kepercayaan masyarakat jatim untuk memimpin jatim sebagai seorang Gubernur harus menodai apa yang telah saya ucapkan. Ini khan sama saja saya menodai kepercayaaan masyarakat jatim bila terlibat jual beli jabatan yang dikatakan mas Rommy," jelasnya.

 

Bahkan Khofifah juga menyatakan dirinya tidak mengenal secara personal sosok Haris Hasanudi mantan Kakanwil Kemenag Jatim yang dinyatakan KPK sebagai pemberi suap kepada Rommy dalam kasus dugaan jual beli jabatan tersebut. Dirinya juga baru mengetahui kalau Haris adalah menantu dari Roziqi yang merupakan Ketua Timses Khofifah-Emil pada Pilgub 2018.

 

“Kalau kenal secara personal, tidak. Saya kenal bahwa beliau pernah Kepala Kantor Kemenag Surabaya, beliau sempat Plt kepala Kemenag Jatim. Saya sempat ketemu di pengajian sekali. Kemudian, saya sempat ketemu lagi di Rekerpim, setelah saya jadi gubernur, saya ketemu lagi ketika beliau audiensi di sini (Grahadi). Saya mengajak mendiskusikan dari data yang disurvei oleh UIN Syarif Hidatullah, saya minta kita sama-sama pemetaan, Pak Haris datang dengan tim dan saya juga menerima dengan tim,” tegasnya.

 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan mengaku siap mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan kepada penyidik jika dibutuhkan.

 

“Kita harus support. Apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat. Komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih. Komitmen kita untuk menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan. Saya rasa kita semua akan support itu. Saya siap menyampaikan klarifikasi ke KPK,” jelasnya.

 

"Wis ta rek mosok gak percoyo aku, masak tampang saya ada tampang sebagai penyuap ataupun yang disuap. Wis kalau ada yang bisa ilmu terawang tolong lihat saya ada ndak tampang tampang itu," lanjut khofifah dengan kelakarnya kepada insan media.

 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Romahurmuziy akrab dipanggil Rommy mantan Ketua Umum PPP bersama dengan Kakanwil Kemenag Jatim Harris Hasanudin ditangkap KPK beberapa waktu lalu di salah satu hotel di Surabaya. Keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag. 

 

Dalam pemeriksaan di KPK , Romy membantah telah terlibat dalam jual beli jabatan di Kemenag. Rommy dalam keterangan kepada media di kantor KPK setelah pemeriksaan sebagai tersangka menyebutkan pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim atas rekomendasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (ari)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive