• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dewan tagih gaji Guru setara UMK, Wawali : Masih Diformulasikan !

March 25, 2019

 

Sby,MercuryFM - Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti menagih janji pemeritah kota untuk membayar gaji guru sesuai dengan besaran Upah Minimum Kota (UMK) dalam sidang paripurna yang menetapkan Raperda Sampah, Senin (25/3). Saat menyampaikan interupsinya, legislator PKS ini mengingatkan pemerintah kota, bahwa sesuai pembahasan APBD 2019 disepakati tambahan gaji guru diberikan mulai bulan Januari.

“Namun, sampai bulan Maret ini belum ada realisasi itu,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, secara penganggaran sudah siap dan sudah dijanjikan oleh pemerintah kota. Reny mengaku pemberian gaji sesuai UMK  disambut antusias dan ditunggu para guru. Hal itu dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para guru.

Menanggapi pertanyaan anggota dewan, Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, usai mengikuti Rapat Paripurna menyatakan, bahwa molornya pemberian gaji setara UMK kepada guru swasta karena menunggu formulasi yang jelas. Menurutnya, pemerintah kota meminta pihak swasta pertanggungjawaban pengelolaannya. Namun di sisi lain, pihak sekolah justru khawatir dengan adanya tambahan gaji hingga setara UMK, membuat para guru tak mau lagi menjadi guru swasta.

“Makanya, ada formula seperti dana operasional yang kita hibahkan ke sekolah,” tutur pria yang akrab disapa WS

Whisnu mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah kota dengan pihak sekolah swasta terus memformulasikan rumusan yang tepat. Hal itu dilakukan, agar tak ada kesalahpahaman antara pemerintah kota dengan pihak sekolah.

“Kita fix-kan dengan pihak sekolah dan guru  biar gak ada kesalahpahaman,” ujarnya

Pasalnya menurutnya, pertengahan tahun ini merupakan akhir tahun ajaran. Dengan berakhirnya bantuan dari pemerintah kota dikhawatirkan para guru enggan mengajar lagi di sekolah swasta.

“Kita gak mau ini, kasihan pihak swastanya,” terang Whisnu

Whisnu berjanji, pencairan dana guru secepatnya akan dilakukan. Ia memastikan, apabila persoalan dengan pihak swasta sudah klir, maka dana bisa diberikan. Jika selama beberapa bulan ini masih terkendala pencairannya, Whisnu memastikan dana guru swasta yang belum diberikan pada bulan sebelumnya akan dirapel.

“Karena anggarannya kan per Januari. Jadi gak masalah,” paparnya

Hanya, Wakil Walikota mengakui, bahwa masih ada rasa was-was dari pihak sekolah para guru akan tak mengajar lagi jika bantuan berakhir dan kembali digaji sesuai standar sekolah swasta sebelumnya di kisaran Rp. 1 – 1,5 juta.

“Mereka (pihak sekolah) gurunya tak mau ngajar lagi. Makanya kita cari win-win solution,” pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload