ITS diharapkan bisa menjadi pusat inovasi teknologi dibidang kesehatan

March 28, 2019

 

Sby,MercuryFM - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diharapkan bisa menjadi pusat unggulan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), salah satunya di bidang kesehatan. Terlebih lagi, saat ini industri bidang kesehatan dinilai sangat besar potensinya baik disisi alat kesehatan maupun industri.

 

“Berdasar data yang ada di Jatim terdapat 34 industri alkes (alat kesehatan) dalam negeri, namun sebagian besar bahan bakunya masih impor. Karenanya, ITS diharapkan mampu menjadi pusat inovasi teknologi termasuk bidang kesehatan,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elestianto Dardak saat menjadi pembicara pada acara Business Gathering Potensi Industri Kesehatan Nasional Untuk Substitusi Impor di Gedung Rektorat, ITS Surabaya, Kamis (28/3/19).

 

Wagub yang akrab dipanggil Emil ini menjelaskan, pemerintah terus mendorong produksi alat kesehatan dalam negeri, dimana saat ini masih didominasi produk alkes impor terutama alkes berteknologi tinggi. Sedangkan, 34 industri alkes produksi dalam negeri terdapat di Jatim diantaranya alkes habis pakai seperi spuilt, infus set, cathether, masker, alkes elektromedik, dan alkes non elektromedik.

 

“Lewat teknologi maka kehandalan dan konsistensi dari sebuah produk kesehatan akan makin baik. Disamping itu, kerjasama antar pihak seperti UNAIR dan ITS misalnya harus lebih ditingkatkan,” ujarnya.

 

Untuk percepatannya, Wagub Emil meminta komite Bio Medik ITS segera menyusun dan memberikan rekomendasi kepada Pemprov Jatim. Rekomendasi tersebut harus dibuat dengan berdasarkan pemetaan domestik komponennya, daya saing serta keberpihakan pasar.

 

“Dengan kolaborasi antara berbagai pihak, kita berharap industri kesehatan bisa menjadi pelopor industri kesehatan nasional,” harapnya sembari menambahkan adanya dukungan dari seluruh RS di BUMN, RSUD se Pemprov Jatim, serta jaringan Puskesmas menjadikan peluang untuk bisa jadi pelopor di negeri sendiri.

 

Mantan Bupati Trenggalek ini juga menyampaikan, jika teknologi di bidang industri kesehatan terus dikembangkan maka akan bisa menjadi entry point ekonomi di Jatim. 

 

”Ke depan kita tidak hanya melihat di sisi price advantage nya saja, tapi juga lebih ke kualitasnya. Sehingga, industri kesehatan ini bisa menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi Jatim,” pungkasnya.(ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group