Ketua DPW PPP Jatim mengaku telah mendatangi KPK sebagai saksi kasus OTT mantan ketua Umum PPP

March 29, 2019

 

Sby,MercuryFM - Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer mengaku sudah mendatangi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus jual beli jabatan dengan tersangka mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy yang terkena OTT di Surabaya beberapa waktu lalu bersama Kepala Kemenag (Kakanwil) Jatim dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik.

 

Musyafak dalam keterangan disela konsolidasi intern PPP Jatim di sekertariat DPW PPP Jatim, mengaku dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik. Meski demikian ia enggan menyampaikan pertanyaan apa saja yang ditanyakan oleh KPK. 

 

"Yang lebih tahu penyidik, itu kewenangan penyidik. Saya sudah sampaikan semua ke penyidik," jelasnya, Jum'at (29/03/19)

 

Musyafak membantah dirinya yang mempertemukan mantan Ketua Umum PPP Romahumuziy (Romi) dan Kepala Kemenag Wilayah (Kakanwil) Jatim Haris Hasanudin.

 

Meski demikian, Musyafak tidak mengelak jika dirinya selalu mendampingi Romi saat berada di Jatim, termasuk sehari sebelum terjadi OTT KPK terhadap Romi.

 

"Saya sebagai pengurus DPW PPP Jatim, ketika Ketua Umum PPP datang kan sudah biasa mendampinginya. Saya juga sempat ditanya KPK seputar saat mendampingi Ketum," katanya. 

 

 

Sementara itu tokoh senior PPP KH Asep Saifuddin Chalim yang juga dipanggil KPK sebagai saksi juga mengatakan dipanggilnya ia oleh KPK sudah clear. Bahkan ia membantah tidak mengenal Romi. 

 

"Itu tidak benar, saya bilang ke KPK kenal beliau sejak enam bulan lalu. Saat itu beliau sowan ke pesantren saya. Bukan hanya beliau, Zulkifli Hasan dan Chaerul Tanjung juga pernah. Yang memberitakan itu yang tidak benar. Bahkan ada yang bilang saya diperiksa empat jam, saya masuk cuma setengah jam," paparnya.

 

Kiai Asep juga membantah ada pertemuan sebelum terjadi OTT. Menurutnya hal tersebut sangat mengada-ada. 

 

"Saat itu saya sedang melakukan hajat nikah anak saya yang ke lima," tegasnya. 

 

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap mantan ketua umum PPP Romahurmuziy akrab dipanggil Rommy di kota Surabaya yang juga menyeret Kepala Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim dan Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Rommy ketika disidik mengaku tidak tidak melakukan jual beli jabatan.

 

Bahkan dalam pemeriksaan Rommy mengaku penunjukan Kepala Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jatim atas rekomendasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan sesepuh PPP Jatim KH Asep Saifuddin Chalim.

 

Sementara terkait nama ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer dikarenakan sebelum OTT, malam harinya Musyafak melakukan pertemuan dengan Rommy di hotel Bumi Surabaya tempat terjadinya OTT. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive