• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

LATSITARDANUS wujud kemanunggalan TNI dan Polri dengan masyarakat

April 1, 2019

 

 

Sby,MercuryFM - Kemanunggalan TNI dan Polri dengan masyarakat harus terus dimantapkan. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-39 tahun 2019 yang digelar di Jawa Timur untuk memantapkan kemanunggalan tersebut.

 

"Pupuk kemanunggalan TNI dan Polri dengan masyarakat yang tujuan utamanya menumbuhkembangkan rasa cinta Tanah Air," ujarnya saat memimpin upacara pembukaan Latsitardanus Ke-39 di halaman Gedung Grahadi di Surabaya, Senin, (01/03/19).

 

Menurut Panglima, Latsitardanus merupakan salah satu kegiatan integratif Taruna Akademi TNI yang dilaksanakan pada akhir pendidikan sesuai kalender pendidikan dan dilaksanakan oleh taruna akademi TNI bersama taruna Akpol, praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) serta mahasiswa.

 

Latsitardanus tahun ini diikuti taruna tingkat akhir wredha dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, antara lain fisik maupun nonfisik.

 

"Latihan terintegrasi ini juga dalam rangka mengaplikasikan ilmu pengetahuan, baik teori maupun praktik yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di lembaga untuk selanjutnya disosialisasikan kepada masyarakat," jelas Panglima TNI.

 

Kegiatan fisik, Lanjut Panglima, antara lain membantu membangun fasilitas umum, tempat ibadah dan lainnya, sedangkan nonfisik seperti penyuluhan, riset sosial, wisata juang, promosi dan karya bakti di lingkungan masyarakat.

 

Dalam kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-39 tahun 2019 yang digelar di Jawa Timur, Jumlah personel yang terlibat, yakni 263 personel taruna Akademi Militer, taruna AAL 117 personel, taruna AAU 99 personel, taruna Akpol 306 personel , praja IPDN 100 personel, dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Jatim juga 100 personel.

 

Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan pula, tahun ini lokasi sasarannya berada di empat daerah di Jawa Timur, Satlak I  di Kabupaten Jember, Satlak 2 di Kabupaten Bojonegoro, Satlak 3 di Kabupaten Trenggalek, dan Satlak 4 di Kabupaten Pamekasan.

 

"Setiap tahunnya lokasi sasaran berbeda-beda provinsi dan tahun ini jadwalnya memang di Jawa Timur, lalu tahun depan berganti lagi," ucap jenderal TNI AU bintang empat tersebut.

 

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada peserta Latsitardanus, memaparkan adanya tantangan perubahan masa depan yang sangat pesat, terutama di bidang dunia digital dan pengaruh revolusi industri keempat atau industri 4.0.

 

Menurut dia, revolusi industri tersebut ditandai dengan era disrupsi, yaitu kemunculan industri-industri yang berbasis daring (online), sebab bukan hanya komputer, tetapi teknologi "mobile" sudah mewabah dan hampir semua orang terhubung.

 

"Menghadapi ini, maka relevansi pendidikan dan pekerjaan perlu disesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap memberikan perhatian pada aspek kemanusiaan," kata mantan menteri sosial tersebut.

 

Turut hadir saat upacara pembukaan antara lain tiga kepala staf masing-masing KSAD, KSAL dan KSAU, kemudian Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, pejabat TNI dan Polri di lingkungan Jatim dan sejumlah kepala daerah.

 

Usai upacara, para peserta Latsitardanus mengikuti defile berjalan kaki dari Gedung Negara Grahadi menuju kawasan Balai Kota Surabaya di Jalan Wali Kota Mustajab dengan iringan drum band dari TNI. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive