• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Jatim tidak akan terapkan sistem zonasi penuh untuk penerimaan siswa baru SMA/SMK tahun ajaran 2019-2020

April 4, 2019

 

Sby,MercuryFM - Keluhan masyarakat terkait sistem zonasi penuh dalam penerimaan siswa baru pada tahun ini mendapat respon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Gubernur akan memberikan kelonggaran dengan merubah aturan sistem zonasi. 

 

Dimana nantinya akan  ada ruang berupa kuota khusus bagi siswa siswi calon peserta didik yang ingin mendaftar ke sekolah tertentu meski tidak berada dalam kawasan tempat tinggal di zonasi sekolah yang diincar.

 

"Banyak orang tua yang mengeluhkan dan menganggap sistem zonasi memupus harapan anak dan cucu mereka yang ingin masuk SMA atau SMK 'favorit' yang jadi impian mereka karena tempat tinggal mereka tidak jadi satu zona. Padahal nilai Ujian Nasional mereka tinggi," ujar Gubernur Khofifah usai menggelar rapat terbatas (ratas) bersama Wagub, Sekdaprov, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, dan sejumlah OPD terkait di Gedung Negara Grahadi, Kamis (04/04/19).

 

Gubernur mengakui persoalan zonasi menjadi bahasan utama dalam ratas yang digelar lebih dari dua jam tersebut. Karena diriya ingin siswa yang mengalami masalah seperti ini bisa mendapatkan solusi. Sehingga kelonggaran dan penyesuaian harus diberikan.

 

Kata Khofifah dari hasil ratas tadi, nantinya akan diberikan kuota sebanyak 10 persen bagi calon peserta didik di luar zonasi sekolah untuk bisa diterima dalam penerimaan siswa baru untuk SMA SMK di Jatim tahun ajaran 2019-2020. 

 

"Jadi kita putuskan, sebanyak 90 persen siswa yang diterima di lembaga SMA/SMK negeri itu adalah yang ada dalam zonasi sekolah. Nah yang 10 persen bisa diikuti oleh siswa yang berada di luar zona," tandasnya.

 

Namun kata Gubernur wanita pertama di Jatim ini, mereka yang diberikan kuota 10 persen itu diberlakukan syarat. Yaitu meski berasal dari luar zonasi sekolah, siswa tersebut harus memiliki prestasi.

 

Misalnya nilai UN nya tinggi, atau memiliki prestasi olahraga atau kesenian, atau juga karena alasan orang tua pindah bekerja ke wilayah tersebut.

 

"Ini sedang kita finalisasi. Insyaallah akan segera kita keluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) nya. Supaya bisa jadi referensi pada para calon peserta didik baru di SMA SMK negeri di Jawa Timur, dan juga para orang tuanya," pungkas Khofifah. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive