• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur Khofifah diminta tiru Pemprop Bali untuk perlindungan petani Jatim

April 5, 2019

 

Sby,MercuryFM - Perlindungan terhadap petani di Jatim harus benar benar dilakukan oleh pemprop Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

 

Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Bali dalam perlindungan terhadap petani bisa menjadi acuan bagi Gubernur Khofifah untuk diaplikasikan dalam melakukan perlindungan terhadap petani di Jatim.

 

"Saya kira Gubernur Khofifah perlu meniru Propinsi Bali karena disana mereka benar benar memberikan perlindungan terhadap petani lokal. Dan ini harus masuk dalam RPJMD Jatim yang saat ini sedang kita bahas," ujar Ketua Panitia Khususus (Pansus) RPJMD Jatim Ahmad Hadinudin yang dikomfirmasi, Jum'at, (05/04/19).

 

Menurut Hadi, Pemprop Bali memang sangat memperhatikan petani. Dia mencontohkan, setiap hotel dan restaurant membeli hasil pertanian di Bali. Disamping itu, Pemprov Bali juga berperan dari sektor hulu dan pemasaran hasil pertanian.

 

"Mereka mengutamakan hasil pertanian sebagai penopang utama restaurant dan hotel-hotel di Bali. Saya kira itu poin-poin penting bagi RPJMD kita nanti," tambahnya.

 

Keberpihakan kepada petani itu, kata politisi Partai Gerindra ini, akan memuluskan regenerasi para petani. Karena itu, Pemprov Jatim secepatnya harus memasukkan kebijakan-kebijakan itu di dalam RPJMD. 

 

"Mereka melakukan terobosan mulai dari pembenihan, pengelolaan lahan dsb sampai kemudian pendistribusian hasil pertanian itu yang difasilitasi dan dibuatkan Peraturan Gubernur dan dikuatkan dengan kabupaten disana, terangnya. tegas kader Gerindra itu.

 

Lanjut pria yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim,  selama ini kondisi pertanian di Jawa Timur sangat memprihatinkan karena Pemprov Jatim tidak banyak membantu para petani. Dia mencontohkan, ketika masa panen tiba, harga-harga pertanian sering jatuh dan membuat petani menjerit. Disamping itu, para tengkulak juga 'mencekik' para petani sehingga mereka terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah.

 

"Contohnya ketika panen buah naga dan harga jatuh mana peran pemerintah. Yang digembar-gemborkan kan kredit pertanian, tapi mana buktinya. Mereka tetap bergantung pada tengkulak," jelasnya.

 

Kurangnya perhatian terhadap para petani itu katanya membuat generasi muda enggan meneruskan orang tuanya di bidang pertanian.

 

"Generasi muda sekarang lebih senang menjadi sopir ojek online daripada petani," pungkasnya.

 

Sekadar diketahui, delapan orang anggota Pansus RPJMD DPRD Jatim datang ke Bali untuk menengok hasil pertanian di provinsi tersebut. Kebijakan pertanian di Bali diharapkan bisa ditiru dan menjadi masukan positif bagi Pemprov Jatim. Selain pertanian, DPRD Jatim juga menyerap kebijakan pengelolaan pariwisata dan perlindungan terhadap budaya di Bali. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive