• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur minta Bonek dan Aremania bisa jaga kerukunan di final Piala Presiden

April 8, 2019

 

Sby,MercuryFM - Final sepak bola Piala Presiden yang menpertemukan dua klub asal Jatim, Arema FC Malang dan Persebaya Surabaya diharapkan bisa berjalan dengan suasana damai dan kondusif.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada Bonek Persebaya Surabaya dan Aremania Arema FC agar menjaga suasana guyup rukun  dalam partai final Piala Presiden 2019. Tidak ada alasan kedua kubu suporter untuk terus bertikai dan saling menyimpan dendam. 

 

"Ayo bareng- bareng membangun persepakbolaan Jawa Timur. Saya  ingin Aremania dan Bonek bikin damai sejuk  dan tidak ada keributan dalam bentuk apapun, mari kita syukuri nikmat all Jawa Timur Final ini  ," ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (08/04/19).

 

Gubernur mengatakan perseteruan yang terjadi selama ini membuat atmosfer persepakbolaan di Jawa Timur kadang menjadi kurang  kondusif. Padahal sejatinya sepakbola adalah hiburan dan sangat menjunjung tinggi sportifitas. 

 

" Tidak ada untungnya bagi keduanya jika terus  bertikai. Jangan sampai jatuh korban seperti yang terjadi antara The Jak Persija dan Viking Persib. Saya yakin kita bisa kasih contoh yang baik," ujarnya. 

 

Khofifah mengungkapkan, dalam gelaran Piala Presiden 2019, Jawa Timur mendominasi dengan mengirimkan empat wakilnya yakni masing-masing Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Arema FC Malang, dan Madura United.

 

"Ini kali pertama Final Piala Presiden 2019 mempertemukan dua tim dalam satu provinsi. Bisa dibilang ini adalah Derby Jawa Timur, makanya saya ingin semua pihak dapat menahan diri," tuturnya. 

 

Khofifah menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim terkait pengamanan selama pertandingan. Ia pun telah meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak mentolerir segala bentuk anarkisme selama pertandingan. 

 

"Pokoknya harus damai. Cari akar persoalannya dan buat kesepakatan bersama agar perseteruan diantara keduanya tidak terus berlarut. Jawa Timur yang merugi," imbuhnya. 

 

Jawa Timur, lanjut Khofifah, memiliki banyak tim sepakbola tangguh. Selain Persebaya dan Arema, juga ada diantaranya Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, Persela Lamongan, dan Madura United. 

 

"Mari kita tunjukkan sepakbola Jawa Timur lebih banyak diwarnai prestasi ketimbang isu-isu kurang produktif  seperti bentrok antar suporter, perusakan fasilitas olahraga, dan lain sebagainya," jelasnya.

 

Seperti diketahui, Piala Presiden 2019  memasuki etape terakhir. Dua tim terbaik Jatim Arema FC dan Persebaya, telah dipastikan bakal berhadapan di partai final Piala Presiden 2019. 

 

Sebelumnya, Arema FC menang telak atas Kalteng Putra dengan skor 6-0 di babak semifinal. Sedangkan Persebaya berhasil mengalahkan sesama tim Jawa Timur, Madura United, dengan skor 4-2 di fase yang sama. (ari).

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive