Wasiat Bung Karno harus dikembalikan pada rel yang sebenarnya

April 9, 2019

 

Sby,MercuryFM - (BLITAR) Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkeinginan mengembalikan wasiat Sang Proklamator Bung Karno pada relnya yang asli. 

 

Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini persatuan dan kesatuan bangsa kian menipis karena hidup semakin individualis. Ditambah lagi perkembangan teknologi justru membuat hidup kita semakin tersekat-sekat. Apalagi kemudian dikait-kaitkan dengan isu -isu politik yang sering memecah belah diantara anak bangsa sehinga perlu kiranya kembai ke semangat Bung Karno.

 

"Revolusi harus dipelihara dan dikembalikan kepada relnya yang asli. Artinya semangat perjuangan itu tidak boleh menjadi bias, kemudan kita kedepankan persatuan diatas keberagaman yang kita miliki di Indonesia ini," ujar AHY setelah ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Selasa (9/4/2019).

 

Menurut putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di jaman yang semakin modern ini pihaknya melihat relevansi semangat persatuan dan kesatuan bangsa ini menjadi semakin penting. 

 

" Insya Allah jika kita semua dapat memeliharanya, dapat terus menjaganya dan berjuang mewujudkan cita-cita besar bangsa sesuai yang diharapkan oleh para pendiri bangsa maka kita bisa benar-benar mewujudkan Indonesia seperti yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945," tegas AHY.

 

Sebagai generasi penerus bangsa, kita semua telah  mendapatkan pelajaran-pelajaran berharga yang telah ditunjukkan Bung Karno baik tentang nasionalisme, kebangsaan, patriotisme dan juga tentang cita-cita besar rakyat Indonesia yang semakin adil dan sejahtera dan yang semakin mampu dan bahagia hidupnya.

 

"Itu akan terus relevan sampai kapanpun walaupun kita kini hidup dengan tantangan jaman yang berbeda dibandingkan ketika beliau memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945," dalih mantan Cagub DKI Jakarta ini.

 

Ia juga  mengaku senang selama berkunjung ke Jatim karena bisa menyapa warga Ponorogo kemarin  dilanjutkan malamnya ke Madiun untuk kegiatan politik. Dan hari ini AHY sengaja melepaskan kegiatan politik karena ingin memberikan penghormatan kepada tokoh  bangsa kita Bung Karno dan beliau juga penyambung lidah rakyat.

 

"Inilah yang terus kita gelorakan di Partai Demokrat, kami terus menyerap asprasi rakyat dan kemudian menggemakannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi sehingga apa yang dirasakan dan diinginkan rakyat hari ini dan kedepan bisa didengar dan menjadi atensi para pemimpin kita semua dan mudah-mudahan kita bisa menjadi bagian sousi bukan menjadi bagian masalah," pungkasnya.

 

Sementara itu Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo menambahkan bahwa ada satu hal penting yang dinyatakan oleh AHY yakni terkait wasiat Bung Karno dimana revolusi harus dikembalikan kepada relnya yang asli.

 

"Itulah kemudian Demokrat tetapkan ideologinya Nasionalis dan Relegius. Jadi itu sejalan dengan wasiat Bung Karno tentang kondisi yang harus dikembalikan kepada konstitusi kita prosesnya dari kebudayaan, politik dan kostitusi yaitu UUD 1945," beber Pakde Karwo.

 

Ia optimis dengan ideologi Nasionalis Relegius, Partai Demokrat bisa diterima masyarakat Jatim. Bahkan wilayah Mataraman yang selama ini menjadi basis kaum nasionalis Partai Demokrat juga diterima dengan baik sehingga suaranya juga signifikan. "Wilayah Mataraman saya optimis suara Demokrat tetap besar," pungkas mantan Gubernur Jatim dua periode ini. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group