• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Bank KEB Hana ekspansi buka kantor cabang, diharapkan masyarakat lebih mudah dapatkan produk finansial

April 10, 2019

 

Sby, MercuryFM - PT Bank KEB Hana Indonesia membuka kantor cabang baru di daerah Manyar, Surabaya. Hal ini merupakan perwujudan bisnis bank dalam mengakuisisi Nasabah. Hal demikian karena Bank KEB Hana ingin mengoptimalkan jaringan cabang yang sudah ada di wilayah Surabaya untuk melayani nasabah. Untuk mengembangkan jaringan, dalam ekspansinya Bank KEB Hana akan melakukan penyesuaian kebutuhan Nasabah untuk mendorong pencapaian target perusahaan. Hal ini di Iakukan melalui pemanfaatan cabang fisik yang sudah ada.

 

 

Kantor Cabang (KC) Surabaya Manyar menjadi jaringan kantor cabang Bank KEB Hana yang ketiga di wilayah Jawa Timur setelah KCP Darmo Raya dan KCP Darmo Permai. ”Kami berharap pembukaan Bank KEB Hana KC Surabaya Manyar ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Manyar akan produk-produk financial yang berkualitas serta layanan yang berfokus pada kepentingan dan kepuasan nasabah," kata Kostantinus Liem, Direktur Bisnis Bank KEB Hana dalam sambutannya pada acara peresmian Kantor Cabang Bank KEB Hana, Rabu (10/04/2019). 

 

 

Kantor Cabang Manyar merupakan Kantor Cabang terbesar di Surabaya, Lokasi Kantor Cabang Manyar memiliki Ietak yang strategis di wilayah Surabaya Timur serta di|engkapi oleh layanan D’café Hana Lounge untuk membuat nasabah merasa nyaman dalam melakukan aktivitas perbankan. Program yang dijalankan Bank KEB Hana selalu berfokus terhadap kenyamanan, kepuasan, serta kebutuhan nasabah. kEB Hana akan terus melakukan transformasi dengan Iebih meningkatkan pelayanan berbasis teknologi.

 

 

Sementara itu Direktur Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis OJK Jatim, Mulyanto menambahkan, sejauh ini tumbuhnya aktivitas ekonomi di Jatim dipengaruhi dua sektor, yakni swasta dan pemerintah. Dari data yang ada pertumbuhan aset perbankan di Jatim tercatat dari Rp534.923 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp577.183 miliar di akhir 2018.

 

 

 

Tumbuhnya aset, kata dia, juga berbanding lurus dengan dana pihak ketiga (DPK)  atau simpanan masyarakat dari Rp499.384 miliar menjadi Rp542.050 miliar atau 8,54 persen, dan kredit tumbuh 10,45 persen, dari Rp433.493 miliar menjadi Rp478.778 miliar.

 

 

Sedangkan untuk "Non Performing Loan" (NPL) atau kredit bermasalah yang menjadi salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja fungsi bank di Jatim turun, dari 3,03 persen menjadi 2,90 persen.

 

 

Mulyanto berharap, pertumbuhan positif perbankan Jatim ini didukung dengan naiknya literasi atau pengetahuan tentang jasa keuangan yang saat ini masih ada di angka 32 persen, sedangkan inklusinya atau pemakai jasa perbankan mencapai 72 persen.

 

 

"Untuk tingkat literasi Jatim masih lebih tinggi dari nasional yang mencapai 29 persen, sedangkan inklusi nasional 69 persen. Namun akan kami dorong bisa lebih baik lagi ke depannya dengan adanya pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive