• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Balai Bahasa Jawa Timur gelar deseminasi Gerakan Literasi Nasional di Tulungagung

April 11, 2019

 

TULUNGAGUNG,MercuryFM - Tumbuhkan jiwa literasi dimasyarakat khususnya kalangan muda memasuki era 4.0, serta menyukseskan Gerakan Literasi Nasional dalam menyongsong perkembangan zaman, Balai Bahasa Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung menggelar acara Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN). 

 

"Acara ini adalah rangkaian dari koordinasi, diseminasi dan bimbingan teknis literasi, agar kita dapat merumuskan formula literasi yang tepat sesuai potensi daerah dan perkembangan kekinian," ujar Mustakim, kepala Balai Bahasa Jawa Timur. Setelah membuka acara yang dihadiri 100 orang penggiat dan penggerak literasi dari kalangan guru, aktivis literasi, penulis, pemuda, sastrawan dan seniman.

 

Mustakim berharap kegiatan ini dapat memicu kecintaan masyarakat terhadap literasi. Sehingga dari sini, dapat menjadikan masyakarat gemar membaca, menulis dan memiliki kesadaran literasi tinggi, sehingga tidak gagap menghadapi perkembangan zaman dengan tetap memiliki jati diri. 

 

"Siapa tahu, nanti muncul penulis hebat dari Tulungagung di kancah nasional dan dunia," paparnya.

 

Sementara itu, Drs. Hariyo Dewanto W., sekretaris Dindikpora Tulungagung mengatakan, kegiatan tersebut penting. Pasalnya, kesadaran literasi di kalangan masyarakat masih kurang. Dia berharap acara ini terus sinambung dan berkelanjutan.

 

"Acara ini penting bagi kita, agar kita dapat mengambil pelajaran dan inspirasi untuk terus menggerakkan literasi ke depan," tutur pria yang karib disapa Pak Yoyok.

 

Disisi lain guru besar Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, yang menjadi pembicara menjelaskan literasi sebagai episentrum kebudayaan dan peradaban. 

 

"Silahkan memaknai episentrum itu sebagai sumber, poros atau pusat gerakan. Yang jelas, sejak dulu, literasi adalah sumber penggerak kebudayaan dan peradaban. Posisinya semakin penting di era kini, di kalangan generasi milenial. Generasi ini memiliki karakter yang berbeda dengan kita," tutut Prof Djoko yang berbicara di forum yang mengambil tema  "Literasi sebagai Episentrum Peradaban".

 

Sementara itu, selain acara inti, acara ini diisi dengan pembacaan puisi oleh Muslih Marju (Malam Sastra Tulungagung), Ardi Susanti (aktivis literasi dan guru SMA 1 Tulungagung), dan AF Tuasikal (Balai Bahasa Jawa Timur). 

 

Sedangkan peserta acara berasal dari berbagai kalangan, mulai dari guru TK, SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP, MGMP Bahasa Indonesia SMA, MGMP Bahasa Indonesia SMK, MGMP Bahasa Jawa, Kelompok Guru Penggerak Literasi, Pena Ananda Club, Malam Sastra Tulungagung, STKIP PGRI Tulungagung, IAIN Tulungagung, Sanggar Triwidha, Sanggar Gedang Godhog, Dewan Kesenian Kabupaten Tulungagung, Lesbumi, hingga pemuda dan karang taruna. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive