• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

AHY ajak masyarakat dan kader untuk tidak Golput

April 13, 2019

 

Sby, MercuryFM - Masyarakat dihimbau ubtuk tidak Golput dalam penilu 17 April mendatang. Masyarakat bisa menjadikan partai Demokrat untuk dipilih daripada Golput. Kader Partai Demokrat diminta untuk mengajak masyarakat untuk tidak Golput.

 

"Mari kita gelorakan ke masyarakat untuk tidak Golput.  Kader harus bergerak. Pemilu ini harus meningkat suaranya. Kedepan Demokrat harus mendapat suara signifikan agar pada Pemilu 2024 mendatang kita bisa jadi partai pemenang kembali" ujar Komandan Kamando Tugas Bersama (Kogasma), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato politiknya di DBL Arena Jl A Yani Surabaya, Sabtu (13/4/2019). Pidato itu disaksikan sekitar 5000 lebih masyarakat di sekitar Surabaya dan disaksikan jutaan pemirsa karena disiarkan langsung salah satu TV Nasional.

 

Menurut AHY, pihaknya optimistis dengan militansi kader di lapangan saat ini, maka Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

 

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” ungkapnya 

 

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi partai yang siap bertarung dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang dengan memunculkan kader sendiri.

 

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada ribuan kader dan simpatisan Demokrat yang hadir. Mereka pun serempa menjawab, “Siaaapp.”

 

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang. Jangan golput,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

 

AHY mengakui Pemilu 2019 yang dilakukan serentak untuk pileg maupun Pilpres tak menguntungkan bagi partainya.

 

Hal itu, kata AHY, karena parpolnya tergolong partai yang tak punya kader utama dalam kontestasi Pilpres 2019 sehingga kurang mendapatkan efek elektoral.

 

“Pemilu yang menggabungkan legislatif dan presiden memang kurang menguntungkan, hanya parpol yang punya kader utama yang mendapatkan efek elektoral signifikan,” pungkas suami Annisa Pohan ini.

 

Dalam acara yang berlangsung di DBL arena ini juga dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan Annisa Pohan. Serta beberapa pengurus DPP maupun caleg Partai Demokrat baik DPRD Kota Kabupaten di Jatim, DPRD Jatim dan DPRRI dari wilayah Jatim. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive