• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

AHY, Emil Dardak dan Pakde Karwo trisula peningkatan suara Partai Demokrat di Jatim

April 14, 2019

 

Sby,MercuryFM - Penempatan kampanye akbar Partai Demokrat di penghujung masa kampanye di Jawa Timur dinilai pengamat politik memang harus dilakukan oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jika ingin meningkatkan suara Demokrat di Pemilu 2019 ini.

 

"Pemilu 2019 Partai Demokrat sangat mengandalkan daya juang dan kreativitas para caleg dan tokoh lokal yang dimiliki Partai Demokrat. Demokrat minimal bisa bertahan di perolehan kursi 2014, meski peluang menambah kursi cukup terbuka pula," ujar Surokim Abdusussalam pengamat politik dari Univeritas Trunojoyo Madura (UTM), Minggu (14/4/2019).

 

Menurut Surokim, Jatim adalah basis kekuatan Partai Demokrat secara nasional. Oleh karena itu Agus Harimurti Yudhoyono selaku komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) berulang kali mendatangi wilayah Jatim untuk menyapa masyarakat agar suara Demokrat di Jatim tetap utuh.

 

"Jatim itu representasi suara nasional Partai Demokrat. Jadi memang AHY tidak bisa mengabaikan Jatim. Kalau AHY mengabaikan Jatim, maka sama saja ikut mendorong Demokrat terjun bebas di Pemilu 2019. Jatim akan jadi pembuktian bagi Demokrat,"  jelasnya.

 

Lebih lanjut Dekan Fisip UTM ini menjelaskan, di Jatim nama Pakde Karwo dan Emil Dardak ditambah AHY, akan menjadi Trisula kekuatan Demokrat dalam memdongkrak suara partai Demokrat. Mereka sangat mumpuni dalam mendulang suara partai termasuk suara yang masih swing voter. 

 

"AHY dan Emil itu bisa menjadi representasi pemilih millenial. Sedangkan Pakde Karwo untuk membidik pemilih mapan (boby boomer)," jelasnya.

 

Sayangnya, formula yang sangat bagus itu kurang didukung oleh situasi politik nasional. Sebab hampir semua parpol peserta pemilu 2019 saat ini hanya berharap coattail effect dari Pilpres. 

 

"Saya kira pilihan Demokrat sudah tepat tidak terlalu vulgar masuk ke ranah Pilpres. Sebab suara Demokrat sendiri terbelah. Sehingga kalau memilih salah satu bisa rugi sendiri," tegasnya.

 

Ditambahkan, pemilu 2019 adalah ujian terberat bagi Partai Demokrat dan tak terduga karena coattail effect dari Pilpres yang bersamaan dengan Pileg sulit mereka dapatkan. 

 

"Kunci Partai Demokrat bisa bertahan menjadi partai kelas menengah bergantung pada daya juang dan kreativitas caleg dan tokoh-tokoh lokal yang dimiliki. Khusus Jatim, kalau suara nasional turun, saya kira Jatim akan bertambah suaranya nanti. Ini berkat tokoh lokal Demokrat yang masih mengakar," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive