• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemilu 17 April, suara warga NU Jatim terbesar akan terbagi ke PKB dan Demokrat

April 15, 2019

 

Sby,MercuryFM - Partai Demokrat dalam pemilu 17 April nanti, akan mendapatkan suara yang cukup signifikan dari kalangan warga Nahdliyin (NU) Jatim. Masyarakat Jawa Timur yang mayoritas berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), yang dipemilu 2014 lebih besar ke PKB, di Pemilu 2019 ini Partai Demokrat akan mendapatkan dukungan dari kalangan Nadliyin. Sehingga bisa diprediksi partai politik yang bakal mendapatkan dampak terbesar dari suara NU ini adalah PKB dan Demokrat. 

 

Hal tersebut diungkapkan Sufyanto, peneliti dari The Republic Institute, dalam release yang dibagikan ke media, Senin (15/04/19)

 

Menurut Sufyanto, berdasarkan survey yang dilakukan kurun waktu 3 bulan sebelum coblosan ini ada perubahan signifikan dalam suara NU terhadap partai politik peserta pemilu legislatif tahun ini. 

 

“Ada pergeseran suara warga Nahdliyin tidak dominan pada satu parpol saja PKB, tapi tersebar di beberapa partai politik," katanya.

 

Kata  Sufyanto, jika pada pemilu sebelumnya mayoritas suara NU ada di PKB, namun belakangan justru mulai cair ke partai lain. Seperti Partai Demokrat, PPP, Nasdem, Gerindra dan Golkar. Namun jika ditotal, sekarang ini mayoritas suara NU banyak ke PKB dan Demokrat. 

 

“Survey kami terakhir justru pemilih yang mengidentifikasi warga NU secara kultural pergeseran terbesar ke Demokrat dibanding ke parpol lain,” ujar Sufyanto.

 

Indikasinya, kata Sufyanto, adalah banyaknya Kiai maupun Gus dari pesantren masuk ke Demokrat untuk menjadi Caleg. Misalnya Thoriq bin Ziyad atau Gus Thoriq di dapil Malang Raya untuk DPRD Provinsi Jatim. Kemudian ada nama Gus Edo (Mujtahidur Ridho) keluarga dari Ponpes Tambak Beras Jombang. Ada lagi Syarif Hidayatullah (Gus Sentot) dan Gus Heri dari Ponpes Darul Ulum Jombang. 

 

"Kemudian di daerah tapal kuda, ada nama KH Muzayyan dari Ponpes Badridduja, Kraksaan, Probolinggo yang maju untuk kursi DPR RI. Kemudian di Madura ada nama Ra Hasani Zubair putra KH Zubair yang juga ketua PC GP Ansor Bangkalan maju untuk kursi DPR RI dari Partai Demokrat," ungkapnya.

 

Selain itu, kata mantan Ketua Komisioner Bawaslu Jatim ini,  peran Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo juga mampu memikat suara NU dan kalangan pondok pesantren. 

 

“Hubungan baiknya Pak De Karwo yang selama ini punya kedekatan khusus dengan kalangan Nahdliyin selama 10 tahun menjadi Gubernur Jawa Timur juga berdampak pada suara Partai Demokrat,” lanjutnya

 

Ditambahkan Sufyanto, posisi Demokrat sebagai pengusung utama pemenangan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Cukup signifikan menambah suara kalangan Muslimat NU ke Demokrat. 

 

“Karena itu, data survey kami menunjukan posisi Demokrat mendapat dukungan  banyak dari pemilih berlatar NU. Selain Kalangan Nasionalis. Sehingga Partai Demokrat diJatim dalam pemilu saat ini benar benar bisa memadukan Nasionalis Relegius," pungkasnya. (ari) 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive