• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Hasil Quick Count kemenangan Jokowi harus di apresiasi

April 18, 2019

 

Sby , MercuryFM - Hitungan cepat atau Quick Count  Pemilihan Presiden dari sejumlah lembaga survey langsung ditanggapi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo. Mantan Gubernur Jatim yang dikenal ada hubungan baik dengan Presiden Jokowi ini memprediksi hasil akhir Pilpres tidak jauh dengan quick count.

 

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab  dalam pengalaman data empirik selama ini, quick count itu tidak terlalu jauh dengan hasil akhir. Karena Metodologinya sudah ada dan sudah berulang kali diuji coba dalam setiap pemilihan. 

 

“Saya mengapreasi model-model seperti ini bagus. Saya kira Quick Count ini adalah suatu teknologi yang bagus meski keputusan terakhir tetap di KPU,” ujar Soekarwo, saat memantau hasil hitung cepat Pilpres dan Pileg di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Rabu (17/4/2019).

 

Kata Pakde Karwo,  perolehan Jokowi-Makruf di Jatim pada pemiu 2019 ini naik daripada pemilu 2014 lalu. Sebab hasil itu adalah ungkapan masyarakat Jawa Timur yang dulu masih floating mass atau belum menentukan pilihan, kini menentukan pilihannya karena sudah merasakan manfaat. 

 

“Saya kira (Suara Jokowi di Jawa Timur) naik,” ucapnya.

 

Bagaimanapun, kata Pakde Karwo, selain karena urusan non politik masyarakat itu pasti kemudian merasakan adanya kepuasan. 

 

“Ada kepuasaan masyarakat terhadap kinerja Pak Jokowi itu tidak bisa dipisahkan,” sebutnya. 

 

Sebab yang namanya floating mass atau swing voters lanjut Pakde, ditentukan kemudian pilihan terakhirnya pada manfaat di dalam kehidupannya. 

 

“Orang biasa berpikir, ada apa tidak manfaatnya, Teori pembangunan yang dirasakan adalah kepuasaan terhadap kinerja.

Karena dia pengen lima tahun ke depan manfaat itu diteruskan,” urainya. 

 

Lantas apa kemenangan Jokowi berdampak bagi Demokrat? Soekarwo mengaku belum berpikir sampai sejauh itu. Karena saat ini Demokrat tetap kerja sendiri. 

 

“Kita memang focus di Jatim sesuai arahan DPP pada pemilu legislatif. Karena alat kelengkapan partai sebagai kepanjangan tangan partai adalah fraksi. Sehingga pertambahan kursi,” terangnya. 

 

"Yang jelas caleg-caleg dari Partai Demokrat Jawa Timur juga cukup beragam dalam bersikap di pilpres. Menyesuaikan local wisdom yang ada di daerah-daerah," lanjut Pakde.

 

Untuk diketahui sejumlah lembaga survey sudah merilis hasil hitung cepat. Dengan jumlah kemenangan Jokowi-Makruf sekitar 54% dan Prabowo-Sandi 46%. Sedangkan di survey quick count litbang kompas tercatat kemenganan Jokowi-Makruf sebesar 66% dan Prabowo-Sandi 34%. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive