• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PWNU JATIM keluarkan pesan kebangsaan pasca pemilu serentak 2019

April 18, 2019

 

Sby,MercuryFM - NU Jatim keluarkan pesan kebangsaan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, pasca pemungutan suara pada pemilu serentak 2019. Dalam pesan kebangsaan yang ditandatangi oleh Rais PWNU Jatim KH. Anwar Manshur, Katib PWNU Jatim KH. Syarifudin Syarif serta ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Sekertaris PWNU Jatim Prof Akhmad muzaki, menilai kesuksesan penyelenggaraan Pemilu 2019 akan mengokohkan persepsi dunia, bahwa Indonesia yang mayoritas Muslim dapat menyandingkan Islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas. Pemilu Serentak 2019, sebagai pemilu pertama yang digelar menjadi batu ujian kesiapan bangsa Indonesia berdemokrasi secara maju dan beradab.

 

“Karena itu, pasca pemungutan suara pemilu serentak 2019, Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyampaikan himbauan dan pesan agar, umat Islam khususnya di Jawa Timur tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” kata KH Marzuki Mustamar dalam pesan kebangsaan yang disampaikan oleh KH Agus Ali Mashuri, Kamis (18/04/19)

 

Pesan kebangsaan yang dikeluarkan ini juga meminta kepada para kontestan, tim sukses, pendukung, simpatisan, tokoh politik, tokoh agama dan seluruh warga negara serta aparat keamanan untuk menciptakan suasana damai. Tidak mengumbar provokasi, berita hoaks dan ujaran kebencian dan menerima hasil hasil pemilu dengan legowo.

 

Menerima hasil pemilu dengan lapang dada. Menjaga harmonisasi, merayakan pesta demokrasi dengan jiwa damai, dengan semangat persaudaraan bukan permusuhan, sambil menunggu proses penghitungan resmi secara nasional pada 22 Mei 2019.

 

Kepada pihak-pihak yang terkait langsung agar mengawal seluruh proses akhir rangkaian pemilu serentak 2019, dengan teliti dan kewaspadaan demi terciptanya kualitas dan terjaminnya hasil. (ari)

 

 

Berikut Isi lengkap Pesan kebangsaan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur Pasca Pemungutan Suara Pada pemilu Serentak 2019

 

TAUSHIYAH PWNU JAWA TIMUR

PESAN KEBANGSAAN NAHDLATUL ULAMA PASCA PEMUNGUTAN SUARA 

PADA PEMILU SERENTAK 2019

 

Nomor: 173/PW/A-II/L/IV/2019

 

 

Bismillahirrahmanirrahim. 

 

Pemilu Indonesia secara umum menjadi menjadi pemilu terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Amerika Serikat (AS). Pemilu Indonesia 2019 diikuti oleh 192,83 juta jiwa (190,77 juta DPT dalam negeri dan 2,06 juta DPT luar negeri).

 

Nahdlatul Ulama memandang pemilihan umum adalah mekanisme yang sah berdasarkan hukum negara dan agama untuk mengangkat dan  membaharui mandat kepemimpinan politik atau nashbul imâmah. Munas Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat pada 17 November 1997 M telah menegaskan bahwa pemilu dalam negara demokrasi merupakan salah satu manifestasi prinsip syūrâ di dalam Islam yang sah dan mengikat. 

 

PWNU Jawa Timur menilai, Pemilu 2019 adalah pemilu serentak pertama yang digelar bangsa Indonesia dan menjadi batu uji kesiapan bangsa Indonesia berdemokrasi secara maju dan beradab. Kesuksesan penyelenggaraan pemilu tahun ini akan mengokohkan persepsi dunia bahwa Indonesia—yang mayoritas Muslim—dapat menyandingkan Islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas. 

Karena itu, Pasca pemungutan suara pemilu serentak 2019, Nahdlatul Ulama Jawa Timur menyampaikan himbauan dan pesan kebangsaan sebagai berikut:

 

1. Kepada para kostestan, tim sukses, pendukung, simpatisan, tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama dan seluruh warga negara, serta aparat keamanan (TNI/Polri) agar bahu-membahu menciptakan suasana politik yang damai, tidak memprovokasi rakyat dengan berita hoaks dan ujaran kebencian, dan menerima hasil pemilu dengan legowo. Jika merasa keberatan terhadap hasil pemilu, menggunakan prosedur dan mekanisme konstitusi yang tersedia, sebagaimana ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Pemilu adalah ‘pesta’ demokrasi yang selayaknya dirayakan dengan jiwa yang damai, dengan semangat persaudaraan bukan permusuhan.    

 

2. Kepada seluruh peserta Pemilu dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya untuk menerima hasil Pemilu 17 april 2019 ini dengan lapang dada penuh rasa tanggung jawab pada harmoni kebangsaan atas nama satu bangsa Indonesia, sembari menunggu hasil Proses penghitungan resmi secara nasional pada 22 Mei 2019. 

 

3. Kepada pihak-pihak yang terkait langsung dengan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu agar mengawal seluruh proses akhir dari rangkaian Pemilu 2019 ini dengan penuh ketelitian dan kewaspadaan demi tercapainya kualitas pelaksanaan dan terjaminnya hasil. 

 

4. Kepada seluruh komponen yang memegang kuasa sosial maupun politik, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh partai politik, untuk memperkuat edukasi politik kepada warga bangsa dengan tidak menebar ujaran dan praktik yang berujung pada disharmoni dan disintegrasi bangsa.

 

5. Kepada seluruh aparat keamanan untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan bangsa dan negara serta ketertiban masyarakat dan sekaligus bertindak tegas terhadap setiap potensi sosial politik pasca pemungutan suara Pemilu 17 April 2019 yang mengarah kepada disharmoni dan disintegrasi bangsa.

 

6. Kepada masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air untuk meningkatkan persaudaraan antar-sesama anak bangsa. Perbedaan pilihan politik tidak seharusnya membuat masyarakat terpecah belah. Mari kita bangun persaudaraan ukhuwah watahaniyah, persaudaraan kebangsaan. 

 

7. Kepada seluruh warga untuk memperkuat integritas sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai luhur dari Rasulullah. “Bukan umat Islam yang ideal bila kita tidak membangun perdamaian. Nabi bersabda, innamâ bu‘itstu li utammima makârimal akhlâq—sesungguhnya aku (Nabi) tak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak.

 

8. Khusus untuk warga NU dan umat Islam di Jawa Timur agar senantiasa hadir  menjaga, menyatukan potensi konflik masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak KPU, Bawaslu, Polri dan TNI dalam rangka membantu mengawal pemungutan suara dan hasil penghitungan suara yang luber, jurdil, aman dan demokratis.

 

 

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thoriq.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

 

Surabaya, 18 April 2019

Pengurus Wilayah

Nahdlatul Ulama Jawa Timur

 

 

KH.Anwar Manshur (Rais) 

Drs.KH.Syafrudin Syarif  (Katib)  

KH.Marzuqi Mustamar, M.Ag. (Ketua PWNU Jatim) 

Prof.Akh.Muzakki,M.Ag,Grad Dip SEA,M.Phil,Ph.D. (Sekertaris PWNU Jatim).

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive