• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dengan PLTS Gubernur targetkan 2020 semua masyarakat Jatim termasuk di Kepulauan teraliri listrik

April 22, 2019

 

Sby,MercuryFM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimisme tahun 2020 segala keperluan masyarakat Jatim akan listrik akan terpenuhi termasuk di kepulauan kepulauan yang ada di Jatim yang saat ini masih banyak belum teraliri listrik secara penuh.

 

Gubernur dalam keterangan setelah mengikuti rapat Paripurna DPRD Jatim terkait pandangan umum Fraksi tentang pandangan umum fraksi fraksi terhadap Raperda tentang rencana umum energi daerah propinsi Jatim 2019-2020, mengaku telah ada pembicaraan dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral terkait kemungkinan pembangunan Solar Power Plant atau Pembangkit Listrik Tenaga Solar (PLTS). 

 

"Saya sudah mengkomunikasikan dengan Pak Jonan, Menteri ESDM, pertama untuk minta suport PLTS, karena sesungguhnya tenaga surya di Jawa Timur ini masih 10 ribu megawatt. Itu nanti yang akan dilakukan di beberapa daerah di Jatim khususnya kepulauan yang belum maksimal aliran listriknya" ujarnya, Senin (22/04/19).

 

Kata Gubernur, untuk mewujudkan pembangunan PLTS terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, Khofifah mengaku saat ini tengah melakukan pemetaan. Wilayah mana yang memungkinkan serta memiliki potensi didirikan PLTS. Dan sudah dilakukan pembicaraan dengan Kementerian ESDM. 

 

"Saya juga sudah membahas dengan rapat terbatas kalau PLTS bisa disuport. Tinggal sekarang bagaimana pembagian APBD provinsi berapa nanti yang kabupaten berapa," urainya. 

 

Gubernur kelahiran Surabaya ini berharap pembangunan PLTS dapat mulai berjalan tahun ini. Setidaknya pemetaan selesai 2019. Sehingga tahun 2020 semua daerah bisa teraliri listrik di Jatim termasuk di kepulauan kepulauan yang ada.

 

Sementara terkait dengan kebutuhan rencana 31 hektar wilayah industri yang akan dibangun, Khofifah menegaskan, Jawa Timur masih memiliki kelebihan 1,6 ribu megawatt. Dengan tambahan PLTS yang dapat mengaliri wilayah terpencil, ia yakin wilayah industri baru juga akan terpenuhi 2020.

 

 

 

Pernyataaan Gubernur terkait energi yang akan dibangun ini juga menjawab pertanyaan Fraksi PKB DPRD Jatim dalam pandangan umumnya tadi di rapat Paripurna.

 

Dimana melalui salah satu anggotanya Anik Maslachah, PKB mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, terkait rencana eletrifikasi seluruh wilayah yang ditargetkan selesai 2020. Mengingat saat ini masih 91,4 persen rumah tangga yang teraliri listrik. 

 

"Ada tantangan yang harus dihadapi Pemprov, yakni geografis yang tidak mudah di beberapa wilayah terutama Madura," ujar Anik.

 

Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur itu menilai, wilayah kepulauan dan daerah terpincil paling banyak rumah tangga belum teraliri listrik. Sulitnya letak geografis untuk menjangkaunya menjadi tantangan bagi Pemprov yang menargetkan selesai 2020. 

 

Di satu sisi, lanjut Anik, ada rencana pengembangan kawasan 31,58 ribu hektar untuk kawasan industri beberapa tahun kedepan. 

 

"Ini membutuhkan supply energi yang sangat besar. Sedangkan disaat bersamaan kebutuhan energi sektor rumah tangga juga akan naik," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive