• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dijenguk Khofifah, Fitri pemakan jari minta pulang

May 7, 2019

 

Sby,MercuryFM -  Wiji Fitriani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sempat viral disebut kanibal atau pemakan jarinya sendiri meminta pulang, ketika Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membesuknya, Selasa (7/5/2019).

 

Warga Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri itu, sampai hari ini sudah 15 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya. Khofifah menjenguknya dan memberikan motivasi.

 

"Pulang, Bu," kata Fitri kepada Khofifah di ruang perawatan intensif Wijaya Kusuma. "Sabar, ya," kata Khofifah. Fitri lantas menekuk wajahnya memasang wajah sedih dan hendak menangis.

 

Khofifah mengatakan, setelah berita tentang Fitri viral di media sosial, Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial melakukan tindakan ke lapangan.

 

"Fitri dulu terkonfirmasi, ada yang menulis kanibal, makan jarinya sendiri, dan seterusnya. Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial berkoordinasi dengan tim Dinsos Kediri, proses identifikasi, lalu dikirim ke RSJ menur, Ini sudah 15 hari," ujarnya.

 

Khofifah mengatakan, luka yang dialami oleh Fitri, baik di bagian jari tangan kiri dan kanan, siku, dan kaki menurutnya mengalami progress yang cukup bagus. Sudah ada tim dokter yang melakukan penanganan terhadap Fitri di RSJ Menur."

 

Yang lebih bagus, menurut saya, psikososial terapinya. Relasi sosial terbangun sangat baik. Psikososial dan kontinuitas obat bagi ODGJ sangat penting. Makanya, tadi, waktu saya ke sana, FItri selalu menyampaikan ingin pulang karena sudah rindu dengan embahnya," katanya.

 

Ada kemungkinan, bila kondisinya sudah cukup memungkinkan, Fitri akan dipulangkan ke rumahnya. Khofifah mengatakan, hal itu bergantung hasil pemeriksaan dan analisis Tim Dokter yang menangani.

 

"Tim dokter yang menangani Fitri di RSJ Menur, kata Khofifah, cukup lengkap. Dokter syaraf, dokter bedah, sehingga dokter yang tahu kapan Fitri bisa kembali pulang," katanya.

 

Bilapun dipulangkan, Fitri yang di rumahnya hanya bersama neneknya perlu pendampingan. Karena itu Khofifah akan memastikan terjalinnya komunikasi Dinsos dengan puskesmas, dengan polindes, sehingga ada yang menjaga kontinuitas obat.

 

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim dr Setya Budiono memastikan kalau pasien Fitri dalam kondisi stabil.

 

"Lukanya membaik setelah mendapatkan perwatan dari rumah sakit"ujarnya.

 

Setya menambahkan yang lebih penting lagi, pasien sudah bisa mandiri dan tidak melakukan aksi yg merugikan diri sendiri.

 

Setya juga memastikan kalau pasien direncanakan bisa kembali ke keluarganya. Tapi perlu disiapkan dulu kemampuan keluarga untuk memberikan dukungan dan memastikan pasien mengkonsumsi obat. "Jangan sampai pengobatan terputus karena resiko kambuh lagi" jelasnya.

 

Menurut Setya peran Puskesmas dan masyarakat sebagai penguasa wilayah sangat dibutuhkan sebagai keluarga pendamping. Sehingga pasien Fitri lebih terjamin dan terjaga pengobatannya.

 

Mengenai kondisi terkini Fitriani, dr Herlin Ferliana Direktur RSJ Menur juga memastikan, keagresifan Fitri dengan menyakiti dirinya sendiri, menggigit tangannya, sudah tidak akan terulang kembali. Kondisi fisik Fitri, kata dia, juga berangsur membaik.

 

Tim dokter yang terdiri dari bermacam spesialis, seperti dokter spesialis syaraf, dokter spesialis paru, juga dokter bedah plastik, menurut Herlin, telah melakukan penangan dengan baik hingga perawatan luka dan berencana melakukan operasi bedah plastik untuk luka-luka yang dialami Fitri.

 

"Nanti menunggu kondisinya lebih stabil lagi, mungkin akan dilakukan operasi. Semoga Mbak Fitri mendapat tangan palsu, sehingga bisa kembali beraktivitas biasa," katanya.

 

Herlin mengakui, sejak dirinya bekerja di RSJ Menur, bertahun-tahun lalu, dia mengakui tidak pernah menemui kasus ODGJ dengan kecenderungan seperti Fitri.

 

Dinas Kesehatan Provinsi Jatim merilis kalau tahun 2018 sudah membebaskan 2.255 pasien ODGJ yang dipasung. Sedangkan di tahun 2019 sampai April sudah 18 pasien yang dibebaskan. (Alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive