• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DPRD Jatim tolak rencana tukar menukar aset Pemprov Jatim dengan aset Yayasan Wijaya Kusuma

May 14, 2019

Sby,MercuryFM - Rencana pemerintah Propinsi Jatim untuk melakukan tukar menukar aset milik Pemprop Jatim berupa tanah dan bangunan (Penginapan Remaja) terletak di Jl Dukuh Kupang XXXV No.52 Surabaya dengan asset milik Yayasan Wijaya Kusuma berupa SMP/SMA Budi Sejati serta SMK Puruhita di Jl Jagir Wonokromo No.112 Surabaya ditolak oleh DPRD Jatim. Ini tampak dari hasil Rekomendasi Pansus (panitia khusus) DPRD Jatim terkait tukar menukar aset Pemprop tersebut. 

 

Menurut Bambang Juwono wakil ketua Pansus, meski dari aspek ekonomis hasil apprasial, Pemprop Jatim justru akan diuntungkan. Namun dari aspek yuridis setelah dilakukan pendalaman tim Pansus DPRD Jatim, justru terdapat kepemilikan (sertipikat) ganda terhadap aset Yayasan Wijaya Kusuma yang akan ditukarguling dengan aset Pemprop Jatim. 

 

“Aset milik Pemprop ditaksir sekitar Rp.30 miliar dan aset milik Yayasan Wijaya Kusuma taksirannya sekitar Rp.60 miliar atau separohnya. Tapi pertimbangan ekonomis itu bukan menjadi satu-satunya pertimbangan. Dimana dari aspek yuridis, aset di Jl Jagir Wonokromo No.112 Surabaya itu masih tercatat dalam buku aset Pemkot Surabaya satu sisi tercatat pula milik Yayasan Wijaya Kusuma,” tegas politisi asal PDI Perjuangan setelah paripurna DPRD Jatim, Selasa (14/05/19)

 

Kata Bambang, dari pendalaman pansus diketahui bahwa bidang tanah in casu semula berstatus tanah negara bekas Hak Eigendom Verp, No.1304 Seb, berdasarkan SK Kepala BPN tanggal 13-2-1993 No.162/HGB/BPN/93 Jo. Menkeu Dirjen Anggaran Tanggal 19-3-1993 No.S-1035/A/46/0393 diterbitkan sertipikat HGB No.10/Kelurahan Jagir pada 31 Mei 1993 dan berakhir hak pada 7 Mei 2013, sehinggan menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

 

“Di sisi lain, berdasarkan SKP Kepala BPN Wilyah I Kota Surabaya tertanggal 31-05-2017 No.820/HGB/bpn.35.78/2017 Hak Guna Bangunan in casu menjadi Hak Guna Bangunan No.435/Kelurahan Jagir atas nama Yayasan Wijaya Kusuma. Ini khan rancuh,” ungkapnya..

 

Begitu juga kata Bambang, dengan aset milik Pemprov Jatim di Jl Dukuh Kupang XXXV Surabaya, lanjut Bambang Juwono sesuai surat BPN Kota Surabaya Hak Pakai Lahan (HPL) masih tercatat milik Pemkot Surabaya. Sebab aset tersebut sejatinya diperoleh dari hibah Pemkot Surabaya sebagai dispensasi (kompensasi) dari tanah milik Pemprov Jatim yang dimanfaatkan oleh Pemkot Surabaya.

 

Belum terangnya stastus tanah tersebut, menurut Pansus berpotensi menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Belum lagi terkait persoalan peruntukan lokasi yang saat ini untuk penginapan akan dirubah untuk perluasan pendidikan Universitas Wijaya Kusuma, sehingga perlu disesuaikan kembali dengan rencana tata Kota Surabaya.

 

“Demi kehati-hatian dan menjalankan prinsip clear and clean mestinya secara administrasi tata kelola aset, kedua aset tersebut dilepas atau dicoret terlebih dahulu dari Buku Induk Aset Pemkot Surabaya agar tidak terjadi permasalahan hukum dikemudian hari,” tegas Bambang Juwono.

 

 

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika dikonfirmasi setelah mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jatim, mengaku baru mengetahui kalau ada pencatatan ganda, dimana Aset itu masih tercatat sebagai aset Pemkot Surabaya, tapi juga tercatat punya Yayasan Wijaya Kusuma.

 

“Saya rasa apa yang dilakukan Pansus itu dengan kehati-hatian yang sangat tinggi dan kearifan yang tinggi pula karena disitu masih anak-anak yang sekolah disitu. Opsi mereka akan dipindahkan kemana itu juga harus diatasi dulu,” kata Khofifah Indar Parawansa.

 

Dirinya lanjut Gubernur juga berharap keputusan atau rekomendasi Pansus tukar menukar aset Pemprov Jatim dengan aset Yayasan Wijaya Kusuma tidak dilanjutkan, dapat dipahami oleh pihak yayasan. 

 

“Alasannya ya itu tadi karena masih ada dobel pencatatan dan perlindungan terhadap siswa SMP/SMA serta SMK yang ada disana,” pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive