• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Harga jual tinggi, Gubernur ajak petani tanam melon prima

May 15, 2019

 

Sby,MercuryFM - Petani buah melon diajak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk mulai menanam melon prima. Hal ini dikarenakan harga jual melon prima mencapai tiga kali lipat dari harga melon super. Marketnya pun luas dan sangat potensial. Sehingga, diharapkan para petani juga akan semakin meningkat kesejahteraannya.

 

“Harganya dibanding melon biasa sangat jauh perbedaannya, melon dengan sertifikat prima itu harganya tiga kali lipat dari melon super. Jika melon super dijual Rp. 6.000,-/kg, maka melon prima bisa mencapai Rp. 18.000,-/kg,” kata Gubernur Khofifah saat Panen Melon Prima di UPT Pengembangan Agrobisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Desa Lebo, Sidoarjo, Rabu (15/05/19).

 

Gubernur Khofifah mengatakan, untuk menanam melon prima memang membutuhkan tambahan modal. Namun disisi lain, marketnya sangat menjanjikan, apalagi, jika diiringi inovasi dan kreativitas yang unik, seperti buah melonnya dibentuk kotak (square), atau hati (heart), kemudian ditambahkan aksesoris pita, sehingga menjadi lebih eksklusif.

 

“Ini sesuatu banget, dan ini sudah bisa masuk ke market yang lebih memberikan nilai tambah bagi petani,” kata Khofifah.

 

Gubernur mencontohkan, beberapa pemesan melon prima ini berasal dari dalam dan luar kota, bahkan provinsi. Salah satunya beberapa supermarket modern dan buah-buahan terkenal di Surabaya yang memesan sebanyak 600 buah atau sekitar 800 kg. 

 

Kata Gubernur, dengan bertanam melon prima, dirinya optimis akan berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di pedesaan, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim. Saat ini, kemiskinan di pedesaan di Jatim masih sebesar 15,2%. Sedangkan sebagian besar profesi masyarakat di pedesaan adalah bertani.

 

“Dari 15,2% itu, kita akan terus mencari dan memaksimalkan titik-titik mana yang bisa meningkatkan pertumbuhan-pertumbuhan baru, termasuk mendorong agar menanam melon prima,” ujarnya.

 

 

Lebih lanjut gubernur wanita pertama di Jatim ini mengatakan, salah satu referensi success story bertani melon adalah petani di Plumpang, Tuban. Para petani tersebut rata-rata berusia muda, atau masuk generasi millennial. Ketertarikan mereka bertani melon karena nilai tambahnya luar biasa dibandingkan bercocok tanam padi. 

 

“Oleh karena itu, inovasi-inovasi sektor hortikultura harus terus kita lakukan, apa yang bisa di create dari produk hortikultura yang indah, akan menambah estetika dari sebuah produk, dan pasti nilai tambahnya juga lebih baik,” terangnya.

 

Dijelaskan Gubernur yang juga ketua Muslimat NU ini, inovasi dan kreativitas itu akan meningkatkan kesejahteraan bagi petani. 

 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Jatim, Hadi Sulistiyo mengatakan, teknologi pertanaman melon prima di UPT ini dilakukan secara modern, yakni didalam screen house seluas 3.200 m3 dengan jumlah tanaman sebanyak 3.412 tanaman. Screen house ini dilengkapi dengan irigasi tetes, sehingga menghemat biaya pengairan dan mengurangi penggunaan pestisida kimia.

 

“Pertanaman dimulai pada 11 Maret 2019,  sehingga saat ini siap untuk dipanen,” ujarnya.

 

Kata Hadi, melon prima dibudidayakan dengan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) budidaya yang baik, sehingga produk melon prima UPT ini memperoleh sertifikasi Prima 3.

 

“Kebun Lebo juga menjadi tempat edukasi bagi yang ingin belajar tentang pertanian, juga menjadi tempat agrowisata yang banyak dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum. Disini juga dilengkapi fasilitas outbond. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive