• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Sandiaga: Pemilu 2019 yang memilukan

May 15, 2019

 

Sby,MercuryFM - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno melakukan rangkaian kunjungan ke Surabaya pada Rabu 15/05/2019. Kunjungan itu dimulai Sholat Dzuhur di Masjid Nasional Al - Akbar Surabaya. Kemudian dilanjutkan menjenguk keluarga petugas KPPS yang meninggal di Jl Ngagel Jaya Utara 2 nomor 22, Surabaya. Kunjungan itu diakhiri internal meeting di Kantor BPP Jawa Timur, Jl. Gayungsari Timur no 35 Surabaya yang dilanjutkan dengan silahturahmi dan buka puasa bersama relawan Prabowo Sandi.

 

Didepan ratusan relawan Sandi mengatakan kalau Pemilu 2019 adalah Pemilu yang memilukan. "Pemilu ini memakan korban lebih dari 600an petugas wafat dan 3000an dirawat. Kita  berdoa bagi mereka yang meninggal mati syahid, karena mereka menjalankan tugas negara" kata Sandi.

 

Sandi juga berharap kepada petugas yang dirawat agar cepat pulih kembali dan jumlah petugas yang meninggal maupun sakit tidak lagi bertambah.

 

Ditengah ratusan pendukungnya yang menyebutnya sebagai Wakil Presiden, Sandi mengajak masyarakat pendukungnya di Jawa Timur untuk berjuang sampai titik darah penghabisan. Perjuangan ini dilakukan melawan kecurangan dalam pemilihan presiden (pilpres).

 

"Dukung pak Prabowo sampai titik darah penghabisan,  siap berjuang sampai titik darah terakhir. Ini pemilu bukan soal kalah menang tapi demi kedaulatan rakyat," ujarnya di hadapan pendukungnya di kantor Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jatim di Gayungsari Timur.

 

Menurutnya, pemilu 2019 merupakan pesta demokrasi paling memilukan. Banyak kecurangan dan banyak memakan korban. Ratusab petugas KPPS meninggal dan ribuan sakit. 

 

"Kita tidak akan diam dan mendiamkan, kita akan berjuang," jelasnya.

 

Sandi menegaskan, yang akan menjadi dasar  perjuangannya adalah politik nilai, bukan politik oportunis apalagi politik transaksional. Masyarakat indonesia harus kembali ke nilai-nilai dasar negara, yakni kejujuran dan harga diri.

 

Ketua BPP Jatim Prabowo-Sandi Supriyatno mengajak menolak hasil rekapitulasi KPU di Jawa Timur, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Pihaknya menolak menandatangi hasil rekapitulasi. 

 

"BPP menolak pemilu yang curang dan menolak hasil rekapitulasi yang dihitung simpai tingkatan provinsi," akunya. 

 

Dari awal indikasi kecurangan mulai muncul. Daftar pemilih tetap (DPT) siluman atau bermasalah sekitar 7,6 juta. DPT pada pilgub hanya sekitar 20 juta. 

 

"Pada pilpres mencapai 25 juta, jadi meningkat drastis hanya dalam hitungan setahun, ini jelas nggak logis. Karena itu kami menolak dari sisi administrasi dan pertanggung jawaban kepada rakyat," ungkapnya.

 

Selain soal DPT, KPU menolak memberikan rekap daftar hadir pemilih atau C7. Padahal BPP sudah mengajukan permohonan lembar kehadiran kepada penyelenggara pemilu.

 

"Dari daftar hadir ini sebenarnya kita bisa pastikan berapa jumlah pemilih, tapi karena kami tidak dikasih, bisa saja tanpa sepetahuan kita surat suara dicoblos untuk paslon tertentu," tandasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive